Yogyapos.com (YOGYA) - “Cita-citaku ingin jadi pelukis dan model terkenal. Pelukis itu bisa dapat uang banyak. Kalau dapat uang banyak bisa untuk membantu dan berbagi kepada banyak orang yang membutuhkan,” demikian diungkapkan Aileen Nathania Pranata, pelukis kecil asal Kotagede, Yogyakarta.
Walaupun usianya masih delapan tahun, namun gadis kecil yang saat ini duduk di bangku Kelas 1 SD Negeri Kotagede 1 Yogyakarta sudah memiliki puluhan karya lukis. Pada saat perayaan ulang tahunnya Januari 2023 lalu, dia melaunching buku “Aku & Goresanku”, yang berisi kumpulan foto aktivitas keseharian serta beberapa hasil karya lukisnya. “Senang bisa meluncurkan buku. Saya memang suka menggambar,” lanjut Aileen lagi kepada yogyapos.com, Jumat (12/5/2023).
Aileen berpose
Aileen Nathania Pranata lahir pada 1 Januari 2015 dari pasangan Ismanto Pranata dan KRNgt Mawar Dyah Kusumowati. Dia sangat beruntung mempunyai orang tua yang juga pecinta seni dan budaya. Mereka menyadari bakat putrinya sebagai pelukis dan model sehingga selalu mensupport agar kelebihan yang dimiliki Aileen bisa tersalurkan dan akhirnya menjadi sarana untuk meraih prestasi.
Ibunda Aileen yang juga berprofesi sebagai pelukis mengatakan bahwa sejak Playgroup putrinya itu sudah suka corat coret, hingga saat duduk di bangku Taman Kanak Kanak hasil goresannya semakin berbentuk. “Setiap melukis dia langsung menggoreskan alat lukisnya (baik bolpoint atau spidol), jadi begitu melukis langsung jadi tanpa ada revisi atau dihapus -hapus dulu. Apa yang dia pengen lukis, ya sudah itu, langsung jadi sesuai mau dia. Di situ saya semakin terpikir kalau Aileen punya bakat seni,” ujarnya.
Lukisan-lukisan karya Aileen
Aileen merupakan putri ketiga. Nando, putra sulung Mawar – begitu KRNgt Mawar Dyah Kusumowati akrab dipanggil – lebih condong ke IT. Sementara Giesel, putri keduanya, selain memiliki bakat seni, juga berkecimpung di bidang kecantikan. “Aileen paling kuat bakat seninya,” lanjut Mawar.
Selama ini Aillen sudah dua kali ikut pameran bersama. Pertama, Pameran Seni Rupa Komunitas Kompilasi “Berkan Art” bulan Maret lalu di Pendopo Warung Makan Eteng, Sleman. Kedua, Pameran “Bersama-sama Bergembira” dalam rangka perayaan Hari Menggambar Nasional 2 Mei di Griya Abhipraya, Gondomanan, Yogyakarta. Pernah juga ikut Bazar Art di Museum Sonobudoyo, Melukis on the spot Haul Maestro Sapto Hoedojo di Makam Seniman Imogiri.
Kini Aileen tengah mempersiapkan pameran di beberapa tempat, seperti pameran "Quarto Art Gembira Menggambar" Indonesia Menggambar 2023 di Rumah Dhogk Art Pandak, Bantul dan Taman Budaya Jateng Surakarta. “Pameran Tunggal rencananya, bulan Agustus 2023 mendatang.”
Beberapa karya Aileen antara lain berjudul: Manusia Pelangi, Joker, Model, Tamanku, Miss Amerika, Manusia Kelinci, BermakeUp, Foto Bertiga, Anime, Diwaktu Malam, dan lain-lain.

Beberapa pihak mengapresiasi dan mendukung pengembangan bakat Aileen. Kepala SDN 1 Kotagede, Siti Sulandari, berharap kiprah Aileen bisa memotivasi teman-temannya menciptakan karya lain sebagai wujud ekspresi dan kreativitas anak negeri.
Pelukis Ledek Sukadi menilai karya Aileen karakter ekspresinya sangat mengena. “Karya Ananda Aileen sungguh mengagumkan di usia yang dibilang anak-anak. Punya garis dan karakter wajah yang sangat kuat dalam lukisannya. Ini sebuah anugerah yang sangat luar biasa, jiwa seninya mengalir penuh rasa,” kata Ledek.
Maestro lukis Nasirun dalam sambutannya mengatakan bahwa proses akan menentukan garis. Ia menyambut dengan gembira munculnya Aileen karena bisa berikan satu kontribusi dan mempengaruhi teman sebaya menjadi generasi kreatif. “Syukur jadi seniman. Untuk membangun negeri ini dibutuhkan insan kreatif,” tandas Nasirun.
Yani Sapto Hoedoyo salut dengan orang tua Aileen yang telah mendukung putrinya, hingga bisa mengekspresikan bakat besarnya. “Uti doakan jadi pelukis sukses. Aileen juga bisa jadi pelukis,” kata Yani Sapto Hoedoyo. (Tor)
