Yogyapos.com (YOGYA) - Polda DIY, Basarnas DIY, Korem/072 Pamungkas, BPBD DIY, Dinsos DIY, Dinkes DIY dan Dinas PUPR ESDM DIY menggelar apel siaga tanggap bencana di Mako Brimob Baciro, Selasa (7/1). Apel tersebut dipimpin Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto dan dihadiri seluruh jajaran terkait.
Dalam arahannya, Wakapolda DIY mengatakan jika siklus perubahan cuaca di Indonesia terbagi dua musim. Yakni kemarau dan penghujan. “Pada musim kemarau sering terjadi kekeringan di sejumlah wilayah. Sementara pada musim penghujan dengan intensitas tinggi berpotensi terjadi banjir badang dan longsor. Oleh karena itu kita semua harus meminimalisir adanya korban jiwa maupun harta benda,” ujar Wakapolda DIY seusai mengecek alutsista personel.
Brigjen Pol Karyoto melanjutkan, apel siaga tanggap bencana ini sebagai upaya kehadiran negara di tengah masyarakat yang tertimpa bencana. “Baik TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan sejumlah dinas terkait sudah mempunyai tupoksi (tugas, pokok, fungsi) masing-masing dalam mengantisipasi bencana. Mari kita solidkan barisan dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayah Yogyakarta dan sekitar,” imbuh jenderal polisi bintang satu ini.
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantara di sela kegiatan menjelaskan, telah menyiapkan pos anggaran tak terduga senilai Rp 14 miliar untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi. Menurutnya, angka tersebut naik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10 miliar.
“Dalam kondisi tanggap darurat dana tak terduga tersebut digunakan untuk penyediaan logistik, evakuasi, hingga pemulihan fasilitas publik yang terdampak bencana. Bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi mengingat BMKG telah merilis prakiraan cuaca ekstrem dalam sepekan kedepan,” kata Biwara.
Imbuh Biwara, BPBD DIY juga telah membuka Posko Siaga Bencana 24 jam di kabupaten/kota untuk memantau titik yang rawan banjir dan longsor. Pihaknya pun berkoordinasi dengan Basarnas DIY, Polda DIY, Korem Pamungkas bahkan para relawan Tagana. (Dol)
