Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul Drs H Abdul Halim Muslih dan Wakilnya Joko Purnomo, menerima audiensi Staf Ahli Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan Dr Himmatul Hasanah SPt MP, di ruang kerjanya, Kamis (3/6/2021).
Dr Himmatul bersama rombongan antara lain Mantan Bupati Bantul Hj Sri Suryawidati Idham Samawi menawarkan kerja sama saling menguntungkan guna peningkatan di bidang pendidikan.
“Kami prihatin melihat kondisi bidang Pendidikan di Indonesia yang masih relatif tertinggal dibandngkan dengan banyak negara lain. Ketertinggalan itu antara lain di bidang minat baca dan digital. Maka diperlukan solusi upaya penihgkatan kualitas,” ungkap Dr Himatul Hasanah di hadapan Bupati yang juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Isdarmoko, Asesten Pulung Haryadi dan sejumlah kepala OPD
Kenyataan itu, papar Himmatul, perlu solusi bersama. Salah satunya peningkatan minat baca dan kulaitas metode pengajar bagi para guru terurama mengajar terutama matemateka dan Bahasa Inggris.
Itu semua sebagai upaya meningktkan kualitas pendididikan bagi para siswa, guru, dosen dan yang lainnya. Peningakatan pengusasan dan keterampilan berbasa asing juga bisa dilakukan melalui kerjasama dengan APKASI melalui Staf Ahli Pendidikan dan Kesehatan.
Guna menunjang hal tersebut juga perlu diselenggarakan seminar international bidang pendidikan untuk upaya dimaksud dengan bebagai cara. Ini antara lain seminar internasional pendidididikan yang juga diikuti oleh para guru asal Bantul dan yang lainnya.
Sementara itu, HjSri Suryawidati, usai audensi ini menuturkan pihaknya menyambut positif dan ikut mendorong berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan. Maka pihaknya mendampingi Staf Ahli Pendidikan dan Kesehatan APKASI. Audensi semacam ini juga dilakukan ke Kulonprogo, Gunungkidul dan Sleman.
Merespon hal itu, Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo, menyambut positif dan merencanakan akan merealisasikan kerjasama ini. Pihaknya berencana memberi penugasan dan peningkatan metode mengajar di Bantul untuk para guru matemateka dan Bahasa Ingris.
“Tapi kami juga perlu dilatih Bahasa Ingris agar lebih mudah berkomunikasi mempergunakan Bahasa Inggris ataupun bahasa asing lainnya,” ungkap Halim yang diamini Joko.
Pada kesempatan sama, juga dilakukan peragaan dan praktik cara mengajar dengan metode menarik dan inovatif dari sejumlah personil Staf Ahli asosiasi itu. Audensi berlangsung komonikatif dan lancar. (Supardi)
