Yogyapos.com (SLEMAN) - Jalur evakuasi yang melewati Sempu - Tunggul Arum, Wonokerto, Turi, Sleman berjarak kurang lebih 3 km mengalami kerusakan. Tampak di beberapa titik ruas jalan tersebut mengelupas aspalnya dan berlubang.
Sejumlah warga di jalur evakuasi tersebut mengatakan, salah satu yang mengakibatkan jalan itu rusak akibat dilewati truk-truk pengangkut galian tambang pasir yang kebanyakan membawa muatan melebihi kapasitas.
"Bagaimana kalau setiap hari siang malam puluhan truk pasir lewat jalan ini. Muatannya sampai menjulang. Tetapi tidak ada petugas yang melakukan razia," ungkap warga.
Sementara dengan nada yang sama, Kepala Desa Wonokerto Turi Sleman, Tomon Hari Wirosobo ketika ditemui dikantornya, Rabu (18/6/2019) mengungkapkan rusaknya jalan memang akibat truk pasir yang melewati jalur tersebut. Namun sampai sekarang tidak ada keluhan dari warga terkait rusaknya jalan jalur evakuasi tersebut.
"Disamping rusaknya jalan jalur evakuasi akibat truk pasir, mungkin karena jalan sudah tua sehingga aspalnya mudah mengelupas,dan yang bertanggung jawab bukan desa tapi provinsi," ungkap Tomon yang mengaku sudah tidak berminat lagi untuk mencalonkan Kepala Desa pada periode mendatang.
Ditemui secara terpisah Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sleman, Achmad Subhan ST mengatakan wajar kalau jalur evakuasi itu cepat rusak karena setiap harinya dilewati truk-truk besar bermuatan pasir.
"Bagaimana tidak cepat rusak kalau jalan setiap hari dilewati truk besar dengan bermuatan pasir. Dan agar jalan jalur evakuasi tidak cepat rusak, dibuatkan jalur khusus bagi truk-truk pengangkut pasir tersebut," tukasnya.
Achmad Subhan menegaskan, terkait kerusakan jalan evakuasi itu tidak hanya Dinas PU yang bertanggung jawab, melainkan juga terkait dengan Instansi atau Dinas lain. (Adp)
