Yogyapos.com (SLEMAN) - Tahun 2019 kali ini, Bedog Arts Festival (BAF) memasuki usia ke-10 tahun. Sebuah perjalanan panjang satu decade. Idealisme, proses dan karya saling berkelindan membentuk harmoni ruang berkesenian yang interaktif. BAF#10 akan dihelat 20-21 September di Outdoor Studio Banjarmili.
Dalam jumpa pers, Senin (16/9) siang di Studio Banjarmili Gamping, Direktur BAF Dr M Miroto MFA mengatakan, pesan besar yang akan disodorkan pada BAF#10 kali ini adalah ‘Satu dalam Keragaman’.
“Keberagaman seni dan kultur di Indonesia harus dirawat dan dikembangkan, yang merupakan elemen pemersatu Bangsa. Dalam acara ini kami juga akan mengedukasi kepada audiens jika membuang sampah di sungai adalah perbuatan jahat. Dan tentunya mengurangi penggunaan plastic,” jelas Miroto.
Miroto melanjutkan, akan menyuguhkan nafas baru dengan membuka ruang Latar Senthir dan Latar Bebas. Latar Senthir akan menampilkan penari tunggal yang merespon situasi di panggung utama. Sementara Latar Bebas akan menyodorkan sejumlah performance art untuk mewadahi para creator muda.
“Konsep dan packaging BAF#10 kali ini memadukan unsur alam, teknis lighting, 19 performer andal, serta kearifan lokal warga setempat. Dengan adanya acara ini, otomatis roda ekonomi warga pun bergerak. Kami ingin setiap acara BAF mempunyai multiimpact positif bagi siapa saja,” imbuh Miroto.
Dalam acara tersebut akan menampilkan 19 performer yang berasal dari Solo, Surabaya, Jakarta, Bandung, Sumatera, Yogya dan Papua. Ada juga penari yang berasal dari Jerman, Ekuador dan Jepang. Bahkan ada tari klasik Gambir Anom yang akan dibawakan penari dari Jepang.
BAF#10 kali ini didukung penuh oleh Badan Ekonomi Kreatif, Disbud DIY, Yayasan Banjarmili, Kavaleri Yonif 403 Demakijo, Tim SAR dan Tim Reaksi Cepat Gamping. (Dol)
