Bantul Peroleh 74 Penghargaan, Cabup Abdul Halim Muslih akan Meningkatkan Pembangunan

share on:
Cabup Bantul nomor urut 2 Abdul Halim Muslim saat kampanye dialogis di Bukit Pangol-Rayya, Srimulyo Piyungan Bantul, Selasa (8/10/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Meski selama tahun 2019-2024 Kabupaten Bantul telah memperoleh sebanyak 74 penghargaan nasional di sejumlah bidang, namun pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bantul nomor urut 2 Abdul Halim Muslim-Aris Suharyanto (Halim-Aris), bertekad akan melanjutkan pembangunan untuk kemajuan rakyat.

“Dari penghargaan sebanyak itu diantaranya Bantul sebagai Kabupaten paling kreatif di bidang kriya, sumber daya manusianya hebat dan masuk lima besar nasional. Unsur penilainya meliputi kesehatan, jenjang pendidikan dan sisi kesejahteraannya masuk pada ringking 4 tingkat nasional,” kata H Abdul Halim Muslim saat kampanye dialogis di Bukit Pangol-Rayya, Srimulyo Piyungan Bantul, Selasa (8/10/2024).

Kampanye di kaki bukti, pilihan cerdas promosikan pariwisata || YP-Supardi

Abdul Halim juga mengungkapkan, kemiskinan di Bantul terus berkurang. 2019, angka kemiskinan mencapai 19 persen, tapi sekarang turun menjadi 5 persen.

Bantul telah memiliki prestasi yang punya indeks membangun tertinggi. Hal itu karena support anggaran ke kalurahan dari APBD untuk APBDes dan intensif kalurahan selama dirinya menjabat Bupati Bantul 2019/2024.

Anggaran untuk pedesaan di Bantul kalau dibandingkan dengan desa yang ada di Jateng dan lainnya, paling tinggi. Support dana ini tujuanya agar APBD harus memperhatikan sektor paling bawah (kalurahan, padukuhan dan tingkat Rt). Anggaran yang digeser ke dusun selama 2019/2024 sebesar Rp 42 miliar. 

“Hal seperti ini pada tahun 2024/2029 akan dilanjutkan dengan didukung aturan baru menjadi Rp 50 miliar untuk mengurangi masalah di dusun kita,” katanya.

Selain itu, program padat karya telah direalisasi di ribuan titik juga akan dilanjutkan pula pada tahun 2024/2029 dengan sasarannya ke seluruh dusun. 

Pembagunan ketersediaan internet sebagai alat produksi bagi milenial agar aksesnya memenuhi (kebutuhan) masyarakat guna penguatan ekonomi melaui bisnis yang menguntungkan. Misalnya bikin desain untuk dijual dengan dolar.

“Dengan fakta kemajuan desa yang telah diraih Bantul, maka internetisasi menjadi salah satu dari duapuluh program unggulan dalam visi misi dan sebagai calon Bupati Bantul 2024/2029,” tandasnya.

Abdul Halim menegaskan tekad keberlanjutan dalam pembangunan di Bantul melalui visi Membangun Seko Dusun. Maka nantinya jalan desa yang seluruhnya sepanjang 600 km akan dinaikkan statusnya menjadi jalan Kabupaten dengan diaspal dengan anggaran Rp 700 miliar. Selain itu agar meningkat investasi di desa melalui pembangunan, diantaranya resto dan homestay, sehingga pertumbuhan ekonomi dari bawah akan tumbuh kuat.

“Itu semua ada risikonya yaitu sektor lainya terpaksa terganngu. Karena APBD Bantul sebesar Rp 2,4 triliun per tahun sebagian besar untuk kepentingan kemajuan dusun,” paparnya.

Abdul Halim Muslih dan tim kampanyenya || YP-Supardi

Meski demikian, menegaskan bila ada sedikit goncangan harus dihadapi bersama. Terpenting jasa-jasa ekonomi akan tumbuh di Bantul. Pajak lahan pertanian juga akan diturunkan. Lahan pertanian subur dipertahankan untuk penguatan ketahanan pangan.

Keuangan dikelola oleh RT dan warga. Diciptakan tempat pembuatan benih pertanian sendiri di Dusun, sehingga petani tidak harus membeli benih/ bibit di luar daerah agar biaya produksi dapat berkurang.

Dalam kampanye kali ini nampak hadir tim penenangan Haim-Aris yang juga anggota DPRD Bantul ikut melakukan orasi untuk memenangkan paslon Halim-Aris. Mereka adalah Mahmudin (PKB), Teguh Santoso SE (Golkar) dan Titis Ajeng Ganis Mareti ST (asal Partai Gerindra). (Spd)


share on: