CALEG PARTAI BERKARYA, AWANG HIDAYAT : Pro Rakyat, Perluas Lapangan Kerja

share on:
Awang Hidayat, Caleg DPRD Sleman dari Partai Berkarya | YP/Met

PEMBAWAANNYA kalem, irit omong, tapi tidak kehilangan ketegasan dan selalu fokus terhadap sesuatu yang hendak diraihnya. Itulah sekilas kesan manakala kita bertemu dan ngobrol dengan Awang Hidayat, Caleg DPRD Sleman dari Partai Berkarya Nomor Urut 1.

Pria kelahiran 1975 ini bukan sosok baru dalam dunia politik maupun sosial di wilayah Sleman. Sudah sejak lama ia kuyub dengan wong cilik, utamanya para pedagang kali lima (PKL) di Sleman. Ia tahu dan ikut merasakan problem riil masyarakat bawah itu, tak terkecuali para pemuda yang masuk kategori usia produktif.

Dari sanalah, Awang Hidayat yang berlatar pendidikan ekonomi ini sampai pada suatu keputusan untuk mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Dapil Sleman, Ngemplak dan Prambanan.

“Terus terang inspirasinya dari kehidupan mereka kawula alit dan pemuda pada umumnya. Salah satu cara memberdayakan kehidupan dan penghidupan mereka adalah melalui jalan politik,” ujar ayah dari 3 anak ini, di basecampnya, Ringroad Utara Maguwoharjo, Sabtu (9/3/2019).

Dalam pandangan dia, para PKL memiliki andil yang sangat tidak sedikit dalam proses pembangunan. Demikian juga para pemuda usia produktif merupakan aset berharga. Tapi sayangnya keberadaan PKL belum diberdayakan secara maksimal, bahka cenderung dikalahkan oleh kekuatan modal di tengah persaingan yang kapitalistik. Demikian pula para pemuda banyak yang belum terserap oleh usaha-usaha produktif, baik yang lulusan SMA maupun Sarjana.

Orientasi menjadi ASN masih sangat dominan, sedangkan peluang atau formasi sangat diluar rasio. Ribuan pendaftar calon ASN, tapi yang diterima atau dibutuhkan untuk dipekerjakan tak lebih dari hitungan jari di masing-masing departemen.

“Ini artinya, kita perlu menggenjot jiwa-jiwa enterpreneurship atau kewirausahaan dengan memperluas lapangan kerja maupun ketrampilan ntuk mereka,” tukas Awang.

Di Sleman, kata dia, banyak peluang untuk memperluas lapangan kerja dan membangkitkan gairah berwirausaha. Itu semua wajib diperjuangkan melalui jalan politik dengan menerbitkan Peraturan Daerah-Peraturan Daerah (Perda-perda) yang sanggup menggiring pada kebijakan untuk mengangkat hajat hidup mereka.

Dari pengalamannya bergumul dengan basis massa di Dapilnya, Awang menyatakan kerinduannya hidup dalam kondisi ekonomi yang stabil, dimana harga-harga barang relatif murah atau terjangkau oleh masyarakat. Demikian pula pendapatan atau upah kerja yang layak oleh sebab pendapatan daerah yang meningkat. Tak kalah pentingnya adalah kegiatan kreatif seni dan budaya bagi masyarakat dari anak-anak sampai remaja agar mereka tidak mengalami kevakuman yang mengarah ke kriminalitas.

DPRD, kata Awang punya tugas melakukan kontrol jalannya pemerintahan. Maju atau mundurnya suatu pemerintahan tentu tak lepas dari keberadaan legislatif. Sehingga sangat dibutuhkan anggota-anggota legislatif yang memiliki kepedulian terhadap kepentingan rakyat.

“Menjadi anggota DPRD bukan suatu tujuan ekonomi, tapi melibatkan diri dalam pengambilan keputusan secara politik untuk masyarakat secara menyeluruh,” tegas Awang yang telah memperoleh dukungan dari berbagai kalangan di daerah pemilihannya. (Met)  

 


share on: