DINAS Komunikasi Dan Informasi Kab. Sleman, Minggu, 25 Agustus 2019, bertempat di lapangan Denggung Kabupaten Sleman mengadakan Lomba Pertunjukan Rakyat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Lomba mengambil tema: Santun Bermedia sosial menuju Sleman Maju. Media sosial merupakan salah satu media bertukar informasi secara masif dengan cepat, efektif dan efisien.
Namun demikian, penggunaan media sosial harus secara cerdas dan bijak dengan memperhatikan etika berinternet dan menggunakan gadged. Penyebaran informasi yang tidak benar atau tidak sesuai dan dapat memicu kesalah pahaman yang berujung dengan perselisihan dan permusuhan. Penggunaan media sosial untuk penyebaran berita/informasi yang benar berguna bagi khalayak, konstruktif dan inspiratif akan dapat mendorong kemajuan masyarakat pada umumnya dan masyarakat Sleman pada khususnya. Kegiatan diawali dengan laporan panitia dan sambutan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi yang dibacakan oleh kepala Kominfo Kabupaten Sleman Eka Surya Prihantoro SSi MKom.
Dalam sambutannya, Bupati Sleman mengatakan masyarakat Sleman harus melek bermedsos. Tidak gampang terpancing dengan berita hoax. Melalui kegiatan lomba pertunjukan rakyat kelompok informasi masyarakat ini sebagai wahana untuk edukasi kepada KIM yang ada di Sleman.
Kegiatan lomba diikuti oleh enam KIM yakni dari KIM Manggolo Purnomo Sleman cerita ‘Drama Aja Grusah Grusuh’, KIM Pararta Guna dari Kecamatan Gamping dengan cerita ‘Angkringan Jarimu Harimaumu’, KIM Sayegan dengan judul Macapat ‘Stop Hoax’, KIM Kerto Mandiri Kecamatan Turi judul ‘Berita Hoax Tentang Merapi Meletus’, KIM Senyum Kecamatan Tempel, KIM Ngaglik Langen Wirama dengan judul ‘Membina Keluarga Sehat Sejahtera’ dan yang terakhir mengangkat judul ‘Langen Carito Ojo Lali dari KIM kec. Sleman’. Dewan juri terdiri dari Arief Bowo Laksono, Iwan Pribadi dan Akhir Lusono. Adapun kriteria ketepatan waktu dan personil, penguasaan materi pertunjukan, kesesuaian dengan tema lomba, penggunaan alat/media tradisional, penguasaan panggung dan audience serta performance secara keseluruhan.
Lomba Pertunjukan Rakyat juga disaksikan oleh masyarakat luas karena bertepatan juga dengan Sunday Morning. Antusiasme masyarakat dengan tampilan para peserta lomba sangat semarak dengan aplous yang diberikan. Dari tampilan para peserta sepertinya sesuai dengan tema yang ditetapkan panitia. Tema yang di sodorkan juga sangat uptodate dengan jaman milenial yang seharusnya berhati hati untuk menggunakan hand phone atau gadged. Semoga dengan lomba ini bisa memelekkan masyarakat terhadap bemedia sosial.
