Curah Hujan Tinggi, Kapolres Imbau Masyarakat Waspada pada Bencana Banjir dan Tanah Longsor

share on:
Bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bantul, baru-baru ini || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) – Mensikapi intensitas hujan yang sangat tinggi beberapa hari ini, Polres Bantul mengimbau masyarakat agar waspada terhadap ancaman banjir dan tanah longsor. 
“Kita harus sama-sama antisipasi terhadap ancaman banjir dan tanah longsor di musim hujan yang curahnya tinggi ini,” Kata Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta, Senin (16/12/2024).

Kapolres mencontohkan peristiwa tanah longsor di wilayah Kabupaten Bantul yang terjadi pada Sabtu (14/12/2024), di Dusun Banyusumurup, RT 05, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun menyebabkan kerusakan rumah salah seorang warga setempat. 

BACA JUGA: Resmi Tersangka! Anak Bos Pengusaha Roti Penganiaya Karyawati Tak Kebal Hukum, Ditangkap di Hotel

Tanah longsor juga terjadi di Jalan Nasional Jogja- Wonosari Km 15, Dusun Plesedan, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul pada hari yang sama. Tanah mengalami longsor sepanjang sekitar 25 meter, sehingga membahayakan pengguna jalan. Polisi kemudian memasang water barrier untuk memberikan tanda kepada pengguna jalan. Selain itu juga terjadi laka air yang korabanya balita di Wonokromo Pleret Bantul pada Sabtu (14/1/20242) dan di Jalan Yogaya Wates pada Minggu (15/14).

“Musim penghujan kita imbau masyarakat Bantul agar waspada bencana banjir dan tanah longsor sebab ketika hujan dengan intensitas tinggi maka Bantul rawan terjadi banjir dan longsor,” tandas Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta, Senin (16/12/2024). "Untuk itu warga diimbau waspada terutama yang tinggal maupun melintasi titik-titik lokasi rawan longsor di daerah Bantul," imbuhnya.

BACA JUGA: Gorong-gorong Maut Tewaskan Korban Seorang Lelaki Asal Lampung

Masyarakat, harap Kapolres, harus dapat mengetahui karakteristik bencana yang sering mereka alami untuk bisa bersiap bersiaga dan tahu apa yang harus dilakukan, misal penyelamatan jiwa dan harta benda,” ujar dia.

Michael menambahkan, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau lereng jika mengalami gangguan.  Oleh karena itu, semua pihak diharapkan bisa mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.

“Bila terjadi intensitas hujan yang tinggi, bagi warga yang tinggal di titik-titik rawan longsor, kami minta berhati-hati. Bila perlu agar mengungsi ke tempat saudara terlebih dahulu hingga situasi dirasa aman,” tandasnya. (Spd)
 


share on: