Dampak Corona Kian Dirasakan Pengusaha Rambak

share on:
Pengusaha rambak berusaha bertahan di tengah ancaman persebaran Corona || YP/Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Gegara persebaran virus Corona (Covid-19), industri rambak (krecek) dan daging di Segoroyoso Pleret Bantul ikut terdampak. Penjualannya mengalami penurunan drastis dibandingkan pada hari-hari normal sebelumnya. Meski demikian para produsen tetap mencoba bertahan memproduksi dan memasarkannya semaksimal mungkin.

"Akibatnya meski kini masih berproduksi, akan tetapi pada umumnya kami secara otomatis mengurangi jumlah produksi. Pengurangan jumlah produksi rata rata sekitar 70 persen. Sedangkan pengurangan penyembelihan ternak untuk penyediaan daging sekitar 50 persen dibandingkan sebelumnya,” papar pengusaha rambak sayur dan rambak asin ‘Dua Kelinci’, Miyadiana, di Segoroyoso, Senin (30/3/2020).

Menurutnya, kondisi berat ini akibat daripada konsumen yakni para pedagang di pasar tradisional, pengusaha katering dan lainnya mengurangi jumlah pembelian secara tunai ataupun pesanan komoditas itu.

Pedagang rambak dan daging di pasar tradisional banyak yang libur. Apabila berjualan tidak berani menjual dagangan dengan jumlah banyak akibat sepi pembeli. Ini sebabnya juga masyarakat kecil kesulitan mencari uang untuk membeli rambak ataupun daging.

"Jika kondisi seperti ini berlarut- larut dengan waktu lama, maka industri rambak dan daging Segoroyoso bisa dibilang terancam 'off' (tidak berproduksi),” 

tambah Miyadiana yang juga Lurah Desa yang habis masa jabatannya per 30/3/2020.

Ia menuturkan, pihaknya berharap dan berdoa kepad Allah SWT supaya wabah Corona segera berakhir dan  perekonomian bisa kembali normal. Para pengusaha rambak dan daging Segoroyoso bisa ramai lagi.

Sementara itu, pemantauan reporter menunjukkan, pasar tradisional di Bantul banyak yang tutup dan bila tidak, jumlah pedagang dan pengunjungnya berkurang sehingga nampak sepi. (Supardi)

 


share on: