Yogyapos.com (BANTUL) - Dampak pandemi Covid-19, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) selama tahun 2020 hanya sebesar Rp 900.000.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanto SSos didampingi Kabid Teknik Sarana dan Prasarana Singgih Priyadi SE MM, Kamis (21/1/2021).
Aris menyatakan, semula sebenarnya selama 2020 menargetkan untuk memperoleh PAD melalui PKB sekitar Rp 1.300.000.000. Namun kerena pandemi, makan target tersebut tak terpenuhi. “Penurunan target mencapai Rp 850 juta,” katanya.
Sementara, Singgih yang juga selaku Plt Dishub Bantul, menjelaskan berkenaan dengan adannya Pandemi targetnya diturunkan menjadi Rp 850 juta, namun realisasinnya tercapai Rp 900 juta.
“Langkah yang kami ambil adalah sebagai tindak lanjut dan penyesuaian dengan ketentuan (instruksi) dari Pemerintah Pusat, Pemerintah DIY dan Pemkab Bantul tekait dengan PKB akibat pandemi,” tambah Singgih.
Ia mengatakan, sistem kerja para karyawan Dishub untuk pelayanan PKB dilakukan penyesuaian terkait dengan protokoler kesehatan. Jumlah masyarakat yang dilayani biasannya mencapi 900 hingga 100 orang setiap harinya menjadi 40 sampai 50 orang per hari.
Disisi lain Aris Suharyanta, mengatakan akibat pandemi Covid-19, program Penerangan Jalan Umum (PJU) di Bantul selama tahun 2020 bisa dibilang ditiadakan karena dana dialihkan ke percepatan penanganan pemberantasan Covid-19. Ini sesuai dengan instruksi pemerintah.
“Semula besar anggaran untuk PJU di Bantul tahun 2020 sebesar Rp 17 miliar. Namun dikurangi 70 persen untuk anggaran penanganan Covid-19 , sehingga menjadi hanya Rp 69 juta,” jelasnya.
Dengan kondisi seperti itu diharapkan semua pihak agar maklum karena akibat Pandemi. (Supardi)
