Danang Maharsa: Kembangkan Potensi Lokal untuk Dukung Pariwisata

share on:
Pesona Gunung Merapi dari Bukit Turgo || YP-Ist.Dok

Yogyapos.com (SLEMAN) - Keberadaan makam Syekh Jumadil Kubro di Puncak Turgo Purwobinangun Pakem Sleman merupakan berkah sekaligus amanah yang harus dirawat dan dikelola dengan benar. Pengembangannya harus integral dengan mempertimbangkan kearifan dan potensi lokal, sehingga berdampak positif bagi masyarakat.

Demikian pesan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa SE saat berdiskusi dengan pengelola destinasi wisata religius Turgo, Sabtu (18/9/2021). Mas Danang, demikian akrab disapa, dalam kunjungannya juga melihat secara langsung proses pembangunan tangga undak-undakan menuju puncak Bukit Turgo dimana ada makam Syekh Jumadil Kubro.

Lebih jauh disampaikan, keberadaan makam penghulu para wali tanah Jawa ini tentu akan menarik datangnya para peziarah dari berbagai wilayah di Nusantara.

“Ini harus diantisipasi sebaik mungkin dengan menyiapkan sarpras dan produk wisata yang khas dan berdaya saing. Saya sangat mendukung pengembangan budidaya teh dan kopi khas Turgo yang memiliki keunikan rasa tersendiri,” imbuhnya. Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya juga mengajak Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman yang siap membantu pengembangan budidaya teh dan kopi Turgo.

Sementara itu Lurah Purwobinangun, R Heri Suasana, menyampaikan pihaknya siap mendukung pengembangan kawasan Turgo sebagai destinasi wisata sebagai salah satu upaya pemberdayaan potensi masyarakat. “Dengan kehadiran Bapak Wakil Bupati Sleman yang disertai beberapa pihak yang peduli dengan keberadaan makam Syekh Jumadil Kubro, kami optimis pembangunan destinasi wisata Turgo akan semakin cepat. Apalagi warga kami juga bersedia diajak kerja sama dalam pengembangan perkebunan teh dan kopi khas Turgo,” tandasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Sutopo dari Kadin DIY memberikan masukan terkait perlunya lampu penerang di sepanjang jalan menuju puncak Bukit Turgo dimana ada makam Syekh Jumadil Kubro.

“Undak-undakan akan mempermudah dan sangat membantu para peziarah yang datang. Namun, lampu penerang harus ditata seindah mungkin agar sesuai dengan karakter Turgo sebagai destinasi wisata religi,” jelas Dirut PT Forlantas ini. 

Hadir dalam pertemuan itu beberapa personil dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para pendamping, Bhabinkamtibmas, perangkat Kalurahan Purwobinangun, dan pengurus destinasi wisata Turgo. (Wahjudi Djaja)

 


share on: