Yogyapos.com (BANTUL) – Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sudah menjadi kebutuhan masyarakat di era milenial. Hampir semua bidang memanfaatkan perangkat TIK yang terhubung internet. Perpustakaan pun mau tidak mau harus beradaptasi mengakomodir berkembangan kebutuhan masyarakat. Salah satunya mengembangkan layanan perpustakaan online berbasis jaringan internet.
Itulah gambaran stand Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) di arena Bantul Ekspo Pasar Seni Gabusan yang digelar padal 26 Juli–5 Agustus 2019.
Kepala Bidang Pelayanan Dispusip, Dra Suprihastuti MM, di sela acara pembukaan, Jumat (26/07), memaparkan pameran di Bantul Ekspo tahun ini pihaknya menyajikan sesuatu yang berbeda. Kalau tahun-tahun sebelumnya perpustakaan daerah (Perpusda) hanya memberikan layanan baca di tempat serta display buku dan majalah, tahun ini lebih berkembang lagi.
“Karena online, masyarakat yang sudah punya kartu anggota perpustakaan bisa meminjam danm engembalikan buku di stand Perpusda Bantul. Perpustakaan pun melayani pembuatan kartu anggota baru di tempat. Semualayanan kami berikan gratis,” ujar perempuan yang akrab disapa Tutik ini.
Selain layanan perpustakaan, tambah Tutik, stand tersebut juga menampilkan arsip foto Bantul “tempo doele”. Masyarakat dapat bernostalgia melihat Bantuldi era 1920 hingga 1980. Banyak hal di Bantul saat ini sudah tidak ada lagi, tetapi masih bisa dilihat melalui dokumentasi foto.
Sedangkan Agus Haryanto, Kasi Pelayanan Perpustakaan menjelaskan, perpustakaan menyediakan tiga perangkat komputer digunakan untuk mengakses katalog, mengisi buku pengunjung, serta layanan peminjaman dan pengembalian buku.
“Silahkan masyarakat mengakses katalog kami yang berisi informasi daftar judul buku, koleksi digital(ebook), karya ilmiah, audio visual. Bolehmelalui HP, komputer, atau laptop asal terhubung internet di http://perpusdabantul.id, bahka nebooknya bisa dibaca full gratis,” kata Agus.
Layanan online ini, terang Agus, masih kami kembangkan terus termasuk yang berbasis android dan di perpustakaan keliling. Peminjaman dan pengembalian buku dilakukan tanpa terkendala tempat. Ia memberi contoh, peminjaman buku di kantor perpustakaan tidak harus dikembalikan di kantor, tetapi boleh dikembalikan di mobil perpustakaan keliling terdekat demikian sebaliknya.
“Masyarakat bisa pinjam dan mengembalikan buku dimana pun ada layanan perpustakaan. Sekarang sudah kami mulai di Bantul Ekspo karena sistemnya memungkinkan,” pungkasAgus.(Muf)
