Di Masjid Kamaluddin, 12 Grup Hadroh Meriahkan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW

share on:
Jamaah khusyuk melantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW || YP-Mufti

Yogyapos.com (BANTUL) - Kegiatan memperingati maulid atau kelahiran Rasulullah Muhammad Saw kerap diselenggarakan masjid-masjid maupun kelompok masyarakat lainnya yang disambut suka cita kaum muslimin. Tak terkecuali Masjid Kamaluddin Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul telah menggelar kegiatan sejak permulaan bulan Rabiulawal.

Penampilan grup hadroh Syifaul Qolbi Pondok Pandanaran Sleman || YP-Mufti AM

Kegiatan bertajuk '12 Malam Gebyar Maulid’ ini dimeriahkan oleh 12 grup hadroh dari Krapyak dan sekitarnya yang berlangsung 15-26 September 2023.

BACA JUGA: Akhmad Syaikhu Instruksikan Seluruh Kadernya Menangkan Anies Baswedan-Muhaimin di Pilpres 2024

Ketua Takmir Masjid Kamaluddin, Ridwanul Musthofa MPd menjelaskan kegiatan tersebut  merupakan agenda rutin masjid yang boleh diikuti masyarakat umum. Tahun ini pengurus  menggelar kegiatan selama 12 malam berturut-turut dengan harapan jamaah atau masyarakat umum makin antusias hadir untuk meramaikan. Agenda kegiatan setiap malam berupa pembacaan maulidurrasul dan shalawatan dari grup-grup hadroh yang sudah terjadwal.

Jamaah putri bersemangat dan khusyuk || YP-Mufti AM

“Puncak acaranya adalah pembacaan maulid nabi oleh hadroh Syifaul Qolbi Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dan pengajian (mauidhoh hasanah) yang diisi KH Amin Mustofa, Solo. Kami berharap melalui Gebyar Maulid Nabi selama 12 malam, maka peringatan hari kelahiran junjungan kita makin meriah dan kecintaan kepada Rasulullah Saw pun makin kuat,” ujar Ridwan saat memberi sambutan di hadapan ratusan jamaah, Selasa (26/9/2023) malam.

Ridwan menyampaikan gebyar maulid terbilang sukses, baik dari sisi penyelenggaraan, partisipasi pengisi acara, jamaah yang hadir, maupun dukungan masyarakat. Menurut Ridwan dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan acara ini begitu besar, antara lain sound sistem, tenda, panggung, dekorasi, konsumsi, dana, perlengkapan lain, hingga bantuan tenaga dan sebagainya demi kesuksesan acara.

Ketua Masjid Kamaluddin, Ridwanul Musthofa MPd || YP-Mufti AM

“Semua berasal dari para jamaah sekalian. Sekecil apapun bentuk partisipasinya, saya mewakili pengurus Masjid Kamaluddin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga menjadi amal saleh para jamaah, mendapat berkah dan balasan berlipat ganda dari Allah Swt,” ucapnya.

BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan : Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Perubahan dan Persatuan

Sebagai ketua takmir, ia memohon maaf karena belum semua grup hadroh berkesempatan mengisi acara. Padahal banyak yang ingin tampil meramaikan gebyar maulid sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah Saw.

“Karena tempat dan waktunya terbatas. Ke depan mungkin bisa kita pikirkan kembali sehingga semua grup akan terakomodir,” katanya.

Pengajian KH Amin Mustofa menutup seluruh rangkaian kegiatan 12 Malam Gebyar Maulid. Kiai Amin menyampaikan beberapa hal seputar akhlak dan etika kaum muslimin. Baik itu laki-laki, perempuan, tua, muda, ataukah yang masih sendiri maupun sudah menikah.

Pembacaan Shalawat Nabi oleh grup hadroh Syifaul Qolbi || YP-Mufti AM 

“Ada hal-hal kecil yang tanpa disadari ternyata berdampak bagi kita dan lingkungan sosial. Karena itu kita mesti menjaga tiga hal yaitu menjaga lisan terutama bagi ibu-ibu, shalat berjamaah bagi laki-laki, dan siap mati apabila sewaktu-waktu Allah memanggil,” ujar Kiai Amin sambil menguraikan lengkap makna ketiga hal tersebut yang terkadang diselingi gurauan sehingga membuat jamaah merasa senang.

Puncak kegiatan juga ditandai dengan pemberian kenang-kenangan dari takmir masjid kepada semua grup hadroh yang sudah mengisi acara. Di samping itu ada pembagian telur (endog abang) dan infaq uang khusus untuk anak-anak dari panitia. (Mufti AM)


share on: