Dirut RSUP Sardjito: Tak Ada Pasien dan Perawat Terpapar Virus Pneumonia

share on:
Direktur Utama RSUP Sardjito (dua dari kiri) didampingi manajemen saat memberikan keterangan kepada awak media || YP/Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN) - Direktur Utama RSUP Sardjito Yogyakarta, Dr dr Darwito SH SP.B(K)Onk, menegaskan tak ada pasien maupun perawat yang terpapar virus pneumonia di rumah sakit yang dipimpinya.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai respons atas kabar kurang sedap tentang virus pneumonia di lingkungan RSUP Sardjito sejak beberapa hari lalu. Menurutnya, kabar tersebut merupakan hoax belaka yang diembuskan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Kami kaget ketika banyak pengunjung RSUP Sardjito yang tiba-tiba mayoritas memakai masker. Setelah kami telusuri, mereka takut tertular dengan masuknya virus pneumonia di lingkungan Sardjito. Kabar tidak benar ini dikirim berantai melalui WhatsApp, dengan menyebut Kabag Ops Sardjito sebagai pihak penanggung jawab. Dalam pesan tersebut tertulis nama Kabag Ops seorang pria. Padahal jelas-jelas Kabag Ops kami adalah seorang wanita. Ini hoax dan menyesatkan,” ujar Dr dr Sarwito didampingi Kabag Hukum & Humas Banu Hermawan kepaa sejumlah wartawan, rabu (22/1/2020).

Darwito mengungkapkan, pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru-paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Seperti bakteri, parasit, jamur, bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Virus ini dapat menyerang anak-anak, remaja, dewasa dan lansia.

“Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas. Berdasarkan data Kemenkes 2014, jumlah penderita pneumonia di Indonesia pada tahun 2013 berkisar antara 23%-27% dan kematian akibat pneumonia sebesar 1,19%. Pneumonia juga menyebabkan 15% kematian balita yaitu sekitar 922.000 jiwa. Dari tahun 2015-2018 kasus pneumonia yang terkonfimasi pada anak-anak dibawah 5 tahun meningkat sekitar 500.000 per tahun,” jelasnya.

Manajemen RSUP Sardjito juga menghimbau kepada masyarakat jika ada kabar soal virus pneumonia untuk tidak panik dan melakukan kroscek kebenaran hal tersebut. Waspada jika mengalami demam dan batuk. Jaga kebersihan tangan dengan selalu mencuci dengan air.

Terkait ulah oknum penyebar berita hoax, Banu Hermawan menyatakan segera menelusuri lebih lanjut. Namun tidak akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Oknum-oknum tidak bertanggung jawab secara sengaja ingin merusak kredibilitas RSUP Sardjito. Akan kami selesaikan secara persuasif. Yang terpenting adalah meluruskan ke publik jika kabar tentang virus pneumonia di lingkungan RSUP Sardjito adalah tidak benar alias hoax. Masyarakat sudah dibuat resah dengan kabar ini,” tandas Banu.  (Dol)

 

 


share on: