Disperindagkop Bantul Lakukan Operasi Pasar Tekan Harga Gula Pasir

share on:
Kepala Disperindagkop Bantul, Sukrisna Dwi S || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bantul melakukan penekanan kenaikan harga gula pasir di pasaran yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 17.500 per kg.

"Yang kami lakukan adalah mengadakan pasar murah atau operasi pasar (OP) dengan menjual gula pasir harga dibawah HET yaitu berkisar 12.500 per kg. Ini berkerjasama dengan Pabrik Gula Pabrik Spritus (PGPS) Madukismo,” kata Kepala Disperindag Bantul, Sukrisna Dwi S, di ruang kerjanya, Selasa (27/4/2020).

Sukrisna mengatakan, pelaksanaan OP yang telah dilakukan yakni pada Kamis (23/4) di Pasar Seni Gabusan. Pada kesempatan itu gula yang tersedia dan habis laku di pasaran sebanyak 1.500 kg. Sedangkan pelaksanaan OP berikutnya direncanakan pada 29 April 2020 di PSG.

"Pembelian gula pasir pada OP ada pembatasan dalam jumlah tertentu yaitu 4  kg per orang. Bertepatan dengan wabah virus, maka pelaksanaan OP diupayakan  memenuhi prorokoler pencegahan yang berlaku.

Sementara tentang perkembangan.dan peredaran gula pasir di.pasaran selalu dilakukan pemantauan dan hasil dataya dilaporkan ke Gugus Pegawasan Pangan Bantul dan DIY.

Menjawab pertanyaan tentang stok sembako di pasaran di Bantul, Krisna mengatakan hingga kini beras, daging, minyak gorebg dan telur mencukupi  untuk.kebutuhan empat bulan mendatang.

Pemantauan awak media di pasar menunjukkan, harga gula pasir Rp 18.000 hingga Rp 19.500 per kg. Daging sapi mutu sedang Rp 125.000.per kg dan beras medium Rp10.000per kg. (Supardi)

 


share on: