Yogyapos.com (SLEMAN) - Pengembangan destinasi wisata bukan hanya urusan dinas atau pengelola semata. Karena pariwisata bisa memberi jalan keluar atas ketimpangan perekonomian dan kemiskinan maka perlu kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk akademisi agar keberadaan destinasi wisata bisa berdampak langsung kepada masyarakat.
Demikian sambutan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Dra Hj Sudarningsih MSi, saat menerima kunjungan civitas akademika STIE Pariwisata API Yogyakarta, di kantornya, Jumat (10/1/2020). Hadir dalam pertemuan itu Ketua STIE Pariwisata API Susilo Budi Winarno SH MH, Ketua LPM Dra Endang Widayati MSi, Wahjudi Djaja SS MPd. Turut mendampingi Sekretaris Dispar Sleman Ir St Edi Sumekto Nugroho MM, Kabid Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Nyoman Rai Savitri SPsi MEc.Dev, dan Kasi SDM Muhari SH.
Dispar Sleman, ujar Sudarningsih, menggelar 153 even selama 2020 yang kalender wisatanya telah diluncurkan beberapa waktu lalu. "Kita bisa berkolaborasi baik dalam kegiatan atau event maupun penguatan kapasitas SDM pelaku wisata, kelembagaan pariwisata maupun usaha jasa wisata,” tandasnya.
Sleman mempunyai 47 desa wisata yang masing-masing memiliki karakter dan perlu selalu didampingi terutama melalui pendekatan community based tourism (CBT). "Para akademisi STIE Pariwisata API bisa terlibat dalam beragam program tsb. Kami bertindak sebagai fasilitator dan regulator, sedang di lapangan kami serahkan ahlinya,” katanya.
Dalam pengantarnya, Ketua STIE Pariwisata API Yogyakarta, Susilo Budi Winarno SH MH mengatakan pihaknya siap membantu mengembangkan pariwisata Sleman. "Baik melalui pengabdian masyarakat maupun forum lain, kami ikut bertanggung jawab atas perkembangan pariwisata Sleman. Apalagi kampus kami berada di Sleman, sehingga ada ikatan emosional terkait kemajuan wisata Sleman,” tegasnya.
Di pihak lain Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat STIE Pariwisata API Yogyakarta, Dra Endang Widayati MSi berharap agar bisa beri kontribusi kepada pengembangan pariwisata Sleman. "Kami siap diterjunkan ke masyarakat langsung melalui beragam program. Secara pribadi kami dilibatkan dalam beberapa program, namun secara kelembagaan penting bagi kami untuk ikut berperan serta dalam mendampingi destinasi wisata di Sleman,” tuturnya.
Beberapa program yang ditangani STIE Pariwisata API Yogyakarta antara lain pengembangan destinasi, kajian pengelompokan desa wisata di DIY (Pandak dan Ponjong), pelatihan bahasa Inggris, pendampingan homestay, dan pendampingan Program Inovasi Desa (PID) baik di DIY maupun 10 desa di 6 kecamatan di Purworejo, Jawa Tengah.
Menyambut hal tersebut, Kadispar Sleman menyambut baik untuk ditindak lanjuti sesuai bidang masing-masing. Misalnya dalam travel dialoge yang akan digelar bulan Februari 2020 atau Java Summer Camp yang telah mampu menghadirkan utusan dari 42 negara. "Ini bisa menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan pariwisata Sleman sekaligus menginisiasi pendidikan multikulturalisme,” pungkas Sudarningsih. (Iud)
