Embung Senja Jadi Jujukan, Pemdes Pasusukan Batang Studi Banding

share on:
Jajaran Pemdes Pasusukan lengkap dengan LPMD dan BPD bersama pengurus Bumdes Tirtamas di Embung Senja || YP-Ist 

Yogyapos.com (SLEMAN) - Desa Pasusukan memiliki potensi alam, sejarah, budaya, kerajinan, perkebunan dan kuliner yang unik dan lengkap. Potensi itu bisa dikembangkan dan diintegrasikan menjadi unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Permasalahannya, tak mudah mendirikan kelembagaan yang solid dan tangguh yang mampu mengelola potensi desa menjadi komoditas yang berdaya jual. 

Demikian Kades Pasusukan Kecamatan Bawang Kabupaten Batang Jateng, Drs. Nur Alip, saat memimpin rombongan perangkat desa, BPD, LPMD, dan pionir Pokdarwis studi banding ke Bumdes Tirtamas, Desa Tirtoadi Mlati Sleman di Embung Senja, Minggu (27/9/2020).

Kendala yang lama dihadapi itu, lanjutnya, harus segera dicarikan solusi agar potensi yang ada tidak terbengkalai. "Kami pernah membuka objek wisata Curug Agung dan pemandian air panas pada 2015, sempat diminati oleh banyak pengunjung, namun karena tak didukung oleh kelembagaan yang solid dan tangguh, kini menjadi kurang diperhatikan,” tandasnya. 

Untuk itulah, sambungnya, pihaknya perlu mencari pengalaman dan menyerap ilmu dari desa-desa lain yang memang telah lebih dahulu maju dan berkembang. "Masyarakat Pasusukan sangat berharap agar Curug Agung dan potensi desa lainnya bisa segera dihidupkan kembali untuk membuka peluang usaha. Swadaya dan gotong royong warga sangat tinggi, sayang bila tidak direspon dengan baik oleh pemerintah desa,” akunya.

Menanggapi hal itu Direktur Bumdes Tirtamas, Wahjudi Djaja SS, MPd menjelaskan pentingnya visi, komitmen dan daya juang para pengurus baik Bumdes maupun Pokdrawis.

"Harus ada kebanggaan dari segenap pengurus tentang potensi yang dimiliki. Tanpa adanya kebanggaan jangan harap akan ada totalitas perjuangan. Pengurus dan para pionir kemudian harus tekun dan sabar dalam menapaki setiap tahap dan proses pembangunan,” pesannya. Keinginan untuk sesegera mungkin mendapatkan hasil, tandas dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta ini, sering mendorong para pengelola untuk mengambil jalan pintas dengan latah meniru keberhasilan desa lain tanpa mempertimbangkan keunikan dan kearifan lokal.

Sementara itu Ketua LPMD, Nasihin MF, melihat bahwa impian lama warga Pasusukan sudah menemukan momentum baru. “Kami bersyukur dipertemukan dengan tokoh-tokoh yang peduli dengan pembangunan dan pengembangan potensi desa. Semoga kesempatan emas ini bisa segera kami realisasikan agar selain bisa mengejar ketertinggalan dari desa lain juga secepatnya mengangkat potensi untuk mengurangi kemiskinan,” katanya.

Sedang Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), Syukron Hidayat, menggaris bawahi perlunya pendampingan yang benar-benar mampu dijadikan rujukan pengembangan potensi desa.

Pada kesempatan yang sama, Cunduk Bagus S dari Konsorsium Desa Pinter memberikan masukan tentang pentingnya Pemdes Pasusukan dan Bumdes "Lestari" segera mengambil momentum dengan membangun infrastruktur internat. “Apa yang dilakukan Bumdes Tirtamas dengan program Tirtoadi Smart Village bisa dijadikan contoh. Internet sudah menjadi kebutuhan vital warga. Dengan terobosan-terobosan Bumdes, kita yakin bisa meringankan beban warga yang harus membeli kuota untuk bisa mengakses internet,” paparnya. Ada beberapa skema yang bisa diterapkan, lanjutnya, untuk menjadikan Pasusukan sebagai desa yang cerdas dan mandiri. "Dengan visi yang dimiliki Pak Kades dan didukung modal sosial yang luar biasa ini, kami berharap desa Pasusukan kelak menjadi model pengembangan desa cerdas dan mandiri di Jawa Tengah", harapnya.

Hadir dalam acara itu segenap pengurus Bumdes Tirtamas, pendamping desa Pasusukan dan fasilitator. Selesai studi banding dilanjutkan kunjungan ke desa wisata kerajian bambu Sendari, desa wisata konservasi burung kuntul Ketingan dan desa wisata budaya Rajek Wetan (Dewi Rawe) yang berada di desa Tirtoadi. (Agung DP)

 

 

 


share on: