Yogyapos.com (BANTUL) - Jumlah pasien PDP dan positif Covid-19 yang dirawat di RSUD sebagian besar adalah balita dan anak-anak. Mereka diduga tertular oleh keluarganya yang baru saja bepergian dari kota yang merupakan pandemik Covid-19.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantul, Ernas Suharsono mengaku prihatin dengan korban Covid-19 yang justru menimpa balita dan anak-anak tersebut. Padahal, mereka yang seharusnya dijauhkan keluarga yang berpotensi menularkan Covid-19.
"Balita dan anak-anak serta lansia sangat rentan dengan paparan Covid-19 namun terkadang keluarga kurang menyadari hal tersebut," katanya disela-sela pemberian bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan penyemprotan disinfektan di wilayah Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Sabtu (4/4/2020).
Istri Bupati Suharsono ini menilai apa yang menjadi imbauan dari pemerintah belum sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat terutama yang memiliki balita, anak-anak. Ini patut diduga hingga kini para orang tua banyak yang tidak melakukan upaya pencehan dengan cara physical distancing, cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, mandi setelah bepergian dan pakaian dicuci serta di rumah dahulu kalau tidak ada keperluan mendesak.
"Kita kan tidak tahu kalau pergi kemudian pulang, apalagi pada daerah zona merah tidak akan tahu membawa virus sehingga ketika sampai rumah ikuti petunjuk yang telah diberikan pemerintah. Jangan sampai anak atau lansia yang ada di rumah justru terpapar," ucapnya.
Erna berharap bagi para pemudik yang belum mudik ke Bantul diharapkan tidak mudik apalagi dari daerah zona merah Covid-19. "Sayangilah keluarga yang ada di kampung, sayangilah keluarga, sayangilah saudara-saudara yang ada di kampung," imbaunya.
Lebih jauh Erna juga mengaku prihatin dengan semakin ramainya aktivitas dijalan raya dibanding beberapa satu minggu yang lalu. Masyarakat seakan tak menghiraukan himbauan dari pemerintah untuk tidak keluar rumah untuk memutus rantai penularan Covid-19. (Dws)
