Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo membuka Festival Ketoprak Kapanewon se-Kabupaten, di Pendapa Kalurahan Wonokromo Pleret, Senin (21/8/2023) malam.
“Saya bersyukur kini festival ketoprak kembali diselenggarakan setelah selama pandemi ditiadakan. Kegiatan seperti ini sangat bagus guna memersatukan masyarakat melalui seni budaya,” katanya.
Pada akhir Agustus juga akan digelar pentas ketoprak Bhayangkara, ketoprak prajutit TNI, kemudian pentas ketoptak kasepuhan.
“Rangkaian pergelaran tersebut untuk menumbuhkan dan melestarikan seni ketoprak,” katanya.
Pembukaan fesival ketoprak ketoprak kali ini ditandai pemukulan keprak (kentongan) diiringi dengan bunyi gamelan srepek Mataram.
Sementara itu Kepala Kundho Kabudayan Bantul, Nugroho Eko Setyanto, dalam laporanya mengungkapkan festival ini berlangsung hingga 25 Agustus 2023. Jadwal pergelaran, Senin (21/8/2023) di Wonokromo Pleret. Selasa (22/8) di Kalurahan Wukirsari Imogiri. Rabu (23/8) di Kalurahan Bagunjiwo Kasihan. Kamis (24/8) di Mulyodadi Bambanglipuro dan Jumat (25/8) di Bangunharjo Sewon.
Panitia menyediakan hadiah total Rp 75 juta untuk juara 1 hingga 3, juara harapan 1 hingga 3 dan juara bidang tertentu. Sedangkan pada acara penutupan akan diadakan pentas ketoprak para panewu se Kabupaten Bantul yang dipimpin oleh Wabub Bantul Joko Purnomo.
Di sela berlangsung festival ini, Ketua I Forum Kesenian Ketoprak Bantul (FKKB) Beja WTP SH MH mengatakan, festival ketoprak sangat baik guna mengedukasi masyarakat mengenai seni dan budaya Jawa.
“Contohnya tentang tata cara dan paugeran berbusana jawa. Pakain untuk raja (ratu) dengan abdi tidaklah sama. Ratu dengan prajutit juga tidak sama. Selain itu manfaatnya juga guna melestarikan dan mengembangkan seni budaya bahkan guna menghibur masyarakat,” kata Beja.
Bahkan, jika perlu Bantul juga mengadakan festival ketoprak berbusana jawa untuk pelajar. (Spd)
