Yogyapos.com (BANTUL) - Kabupaten Bantul melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kundho Budoyo dan pendampingan oleh Lembaga Pelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengadakan Festival Wayang Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini, di Pendapa Pemda II Bantul Manding, dibuka oleh Wakil Bupati Joko Purnomo, Rabu (15/12).
“Festival ini adalah untuk membicarakan dan mengupayakan agar generasi kita berkarakter NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Kesatuan Bangsa dan berbudaya dengan kebudayaan Nusantara (Jawa). Ini untuk mewujudkan kabupaten Bantul yang demokratis, agamis dan sejahtera,” kata Wabub Joko Purnomo, saaat membuka acara ini.
Joko menyatakan bangsa Indonesia umumnya dan masyarakat Jawa khususnya mempuyai dan harus melestarikan budayanya sendiri. Bukan melestarikan budaya dari luar.
“Kita semua temasuk para guru TK dan PAUD berkwajiban dan bertanggung jawab atas upaya pelestarian budaya jawa yang adiluhung,” tambah Joko.
Sementara itu, Kepala Didikpora Bantul, Isdarmoko, mengatakan festival ini menampilkan tujuh sinopsis Taman Kanak Kanak (TK). Masing-masing TK Negeri I Kretek, TKN 1 Pandak, TKN Pajangan, Bambang Lipuro, Pembina Bantul, Srandakan dan TKN 2 kretek.
“Nantinya para peserta akan diberikan penghargaan dari Disdikpora Bantul dan diambil satu group sebagai penyaji terbaik. Setiap regu (TK) akan tampil dengan durasi waktu 30 menit dengan model dan lokan serta sinopsisnya masing masing,” kata Isdarmoko.
Dalam hal ini, ada banyak kreasi yang bisa ditampilkan. Maka Ki dan Nyi dalangnya adalah ada yang guru dan Komite bukan siswa. Namun untuk pada pelaku yang juga ikut main seni ditanggung adalah sebagian para siswa dengan pendampingan oleh pembimbing.
Menurut Pakar Seni Pedalangan dan Karawitan ISI Yogyakarta yang juga selaku pencipta gamelan (musik) jawa mini untuk mengiringi pentas ini, Dr Junaidi SKar MHum, gamelan ini unik dan jumlahnya sedikit.
“Ini hanya beruoa saron, kempol, kendang, dan beberapa bonang. Namun juga bisa untuk mengiringi nada slendro (suara bas) dan pelok (suara minor). Ini mudah digunakan sehingga mudah dipergunakan oleh anak-anak,” kata Junaidi.
Pada intinya dari masing masing sinopsis wayang dari semua Peserta intinya berisikan isi dan karakter daripada yang terkandung dari lima sila salam Pancasila.
Diharapkan dengan adanya musik gamelan yang untuk pentas dan anggarannya dari dana keistimewaan DIY ini, nantinya di setiap padukuhan akan ada pentas serupa dalam periode tertentu. (Spd)
