Yogyapos.com (YOGYA) - Pagelaran Budaya Festival Yogya Kota yang berlangsung Sabtu-Minggu (6-7/11/2021) di komplek Embung Giwangan berlangsung sangat semarak. Dibuka oleh Wakil Walikota Heroe Poerwadi, menampilkan potensi seni dan budaya dari 45 kalurahan dan 14 kemantren di Kota Yogyakarta.
Acara yang digagas oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta tersebut melibatkan sejumlah seniman-seniman ternama yang antara lain tergabung dalam Singgih Sanjaya Orchestra Feat Om Wames, Satriya Ayodya Dance, Langen Carita, Bakiak Kreasi, Kroncong R Voice, Jathilan Urban feat DJ Pras, Voice AB dan MC Battle antara pemenang lomba pranatacara bersama Alit dan Trinil.
Wawali bersama Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba yang menjadi kegiatan dan rangkaian kegiatan dalam Festival Yogya Kota diantaranya Lomba Cipta Ilustrasi Musik, Penguatan Citra Budaya Kota Yogyakarta, Festival Permainan Rakyat dan festival sastra
Heroe Poerwadi mengungkapkan, Yogyakarta mempunyai berbagai bentuk festival, termasuk festival budaya. Gelaran festival kali ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada seluruh potensi kemantren Kota Yogyakarta khususnya untuk bisa tampil menunjukkan karakternya.
"Kita patut bangga bangga menjadikan untuk menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan kita. Juga bagian dari ekspresi seni budaya dan kekuatan tak kasat mata atau kekuatan tak benda yang memang dimiliki yogyakarta," ungkap Heroe yang dikutip dari rilis media yang dikirim kepada yogyapos.com, Minggu (7/11) sore.
Ditambahkan Heroe, Kota Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam (SDA) seperti daerah lain maupun sumber daya hutan. Namun kota ini memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sangat potensial untuk dikembangkan kreativitasnya. Keberadaan SDM tidak akan pernah kering bila diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi potensi-potensinya. Karenanya gerakan program "Gandes Luwes" terus dilaksanakan untuk mengajak masyarakat Kota Yogyakarta menekuni segala sesuatu yang berbau seni dan budaya .
“Sumber daya manusia inil berbeda dengan sumber daya alam dan hutan. Sumber daya alam jika dieksploitasi akan cepat habis dan hilang, tetapi jika sumber daya manusia jika kita eksploitasi akan semakin kuat dan benar dan semakin membuat banyak kreativitas pembentuk sumber daya manusia. Setiap anak yang lulus SD harus bisa melakukan atau menyanyikan tembang atau menarikan tarian tertentu. Anak SMP juga begitu, bisa nari Nembang, juga bisa bermain musik gamelan dan segala macamnya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Disbud Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengungkapkan pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi sendi-sendi kehidupan manusia, tak terkecuali dalam aspek kebudayaan. Tanpa disadari, situasi pandemi menjadi realitas sosial-kultural yang mengubah cara pandang dan pendekatan kita terhadap aktivitas kebudayaan.
“Kenormalan baru yang kemudian kita terima sebagai bagian dari cara hidup, telah menciptakan kebaruan-kebaruan dalam cara kita berkebudayaan. Situasi ini harus kita tangkap sebagai momentum untuk merumuskan ulang strategi pemajuan kebudayaan, khususnya di wilayah Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
Yetti menjelaskan, Yogya Tahun 2021 ini menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kota Yogyakarta untuk beradaptasi terhadap transformasi kebudayaan yang sangat dinamis. Dinas Kebudayaan (Kunda Kabudayan) Kota Yogyakarta bersama-sama dengan pelaku budaya dan masyarakat berkolaborasi untuk menghadirkan kembali ruang-ruang kebudayaan selama masa pandemi. (*/Sulistyawan Dibyosuwarno)
