Forum BEM DIY Siap Gelar Unjukrasa Besar Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja

share on:
Pembacaan pernyataan sikap BEM DIY tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja || YP-Supardi

Yogyapos.com (YOGYA) - Para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY menyatakan menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI, yang rencananya akan disahkan pada Kamis (16/7/2020). Mereka mengancam akan melakukan aksi unjukrasa secara besar-besaran jika RUU tersebut disahkan.

Koordinator Umum Forum BEM DIY Muhammad Asfar Yakib Untung melalui pernyataan sikap yang dibacakan di UII Jalan Cikditiro, Rabu (15/7/2020) menyatakan telah sepakat menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pimpinan BEM dari 11 kampus di DIY telah menyatakan jika RUU itu tetap disahkan, maka pihaknya akan menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik vital di Kota Yogya.

"Apabila RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini disahkan, maka kami juga sudah sepakat akan mengerahkan seluruh mahasiswa di Yogyakarta ini untuk aksi turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar," katanya. 

Muhammad Asfar menyatakan,  BEM yang siap bergabung dalam aksi itu antara lain dari UII, UPN, UMY, MMTC, Unjani dan Universitas PGRI. Selain itu, sejumlah elemen masyarakat juga akan ikut aksi yang sama. 

Sementara itu, Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) UII Pancar Setiabudi,  menilai konsep Mmnibus Law ini membuat negara takluk pada pemodal yang berpotensi merugikan kepentingan orang banyak.

Hal yang penting, salah satunya akibatnya akan berpotensi dimudahkannya TKA karena setiap perusahaan sponsor TKA hanya membutuhkan penggunaan TKA. Bahkan masih banyak poin lain yang kontroversi. 

"Padahal RUU yang diusulkan harus sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Maka kami mendesak agar pembahasan omnibus law RUU ini dihentikan," desaknya. (Supardi)

 


share on: