Yogyapos.com (BANTUL) - Terkait kelangkaan pupuk jenis ponska yang dialami oleh para petani di Kretek Bantul, ternyata menyentuh rasa kemanusiaan anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar Dapil DIY Drs H Gandung Pardiman MM dan Bupati Drs H Suharsono. Keduanya sangat tanggap dan langsung menyatakan akan segera berupaya mengatasi, sehingga ke depan hasil tanam maupun panen petani bisa berkulitas dan bertambah banyak.
“Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Gapoktan Wibowo, pengembangan pertanian mengalami kendala kelangkaan pupuk Ponska. Maka kami sangat tanggap. Caranya adalah Fraksi Golkar DPRD DIY dan DPRD Bantul membentuk tim untuk mengatasi,” ungkap Gandung Pardiman di sela panen raya bawang merah di Tirtohargo Kretek Bantul oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat, Sabtu (19/9/2020) siang.
Gandung menyatakan, kelangkaan pupuk diduga kuat karena ulah pihak-pihak tertentu yang mempunyai kepentingan. Sehingga tidak bisa dibiarkan dan harus diatasi. “Pemberdayaan dan keberpihakan kepada para petani merupakan hal yang penting dan harus dilakukan. Ini harus dicari penyebabnya dan harus teratasi oleh Golkar,” tegasnya.
Sementara itu, Suharsono kepada pers menyatakan pihaknya siap untuk mengatasinya. Demi pertanian di Bantul, maka mereka harus dibantu termasuk tentang ketersediaan pupuk dan permodalan.
"Caranya adalah saya akan menghidupkan dan memerankan kembali Koperasi Unit Desa (KUD) untuk penyediaan pupuk kepada para petani. Ini seperti yang terjadi pada zaman dulu bahwa KUD difungsikan. Sedangkan untuk membantu permodalan dan sarana prasarana, saya akan minta bantuan ke Pemerintah Pusat,” kata Suharsono.
Pada panen raya kali ini, Gandung melakukan edukasi kepada masyarkat untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar Negara dan tidak boleh diganti oleh apapun. Cara yang dilakuakan oleh politisi ini adalah puluhan warga setempat dipersilahkan maju dan satu persatu dan diminta membaca Pancasila. Mereka yang hafal diberi hadiah uang Rp 250.000, yang hafal satu sila diberikan Rp 50.000, hafal dua sila Rp 100.000 dan yang hafal tiga sila mendapatkan Rp 150.000. Yang tidak hafal sama sekali juga diberikan Rp 50.000.
Selain itu Wakil Rakyat yang dikenal merakyat ini juga membeli bawang merah hasil panen para petani sebanyak Rp 5 juta dengan harga 13.000 per kg. Bawang merah yang dibeli dibagikan kepada warga setempat yang tidak menanam tanaman itu. Gandung juga membantu gapoktan Rp 5 juta. (Supardi)
