Yogyapos.com (SLEMAN) - Viral di akun X Merapi Uncover menunjukkan foto sekelompok monyet terlihat berkeliaran di permukiman warga di sekitar Kali Boyong wilayah Rejodani Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman, Minggu (5/5/2025) siang.
Dalam narasi disebutkan 'Kethek (monyet gunung) berkeliaran di sekitar Sungai Boyong (dusun Rejodani Ngaglik dan sekitarnya) diperkirakan karena efek suhu panas dan kurangnya makanan di habitat aslinya. Dijelaskan pula, sampai siantg sudah ditemukan sebanyak 3 ekor berukuran besar.
BACA JUGA: Nasdem Sleman Kantongi Nama Balon Bupati, Kian Tingkatkan Komunikasi Politik
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Muhammad Wahyudi mengatakan, berdasar hasil survei habitat Habitat monyet ekor panjang/MEP (Macaca fascicularis) adalah di kawasan hutan Merapi.
“Jadi habitat Macaca bukan di puncak Merapi,” sebut Wahyudi menjawab konfirmasi yogyapos.com, sore tadi.
Terkait, persediaan makanan, pihaknya menyebutkan masih aman, namun perlu diketahui juga kelompok MEP juga ada yang di luar kawasan di perengan sungai dan ini lokasi informasi awal di Rejodani, Ngaglik. Kecuali ada kelompok yang memang sudah ada di bawah.
BACA JUGA: Besok Pengumuman Kelulusan Sekolah, Polres Bantul Siap Tindak Pelaku Konvoi
“Ini sangat jauh dari kawasan, bisa jadi itu kelompok MEP di luar kawasan, atau MEP lepas karena disebut hanya 3 ekor, kalo kelompok alami MEP tidak demikian,” ungkapnya.
Wahyudi menjelaskan, fenomena suhu panas atau naik itu secara umum terjadi di wilayah Indonesia, khususnya juga pulau Jawa. Jadi tidak hanya di lereng Gunung Merapi.
“Kalo menurut saya peralihan musim hujan yang semakin kurang dan memasuki musim kemarau, bisa berdampak ketersedian pakan atau yang utama adalah sumber air, sehingga kawanan macaca mungkin mencari ke bawah,” jelasnya.
BACA JUGA: 'Wiwit Mbako' di Temanggung Berlangsung Gayeng, Dihadiri Kapolda Jateng dan Danrem 072/Pmk
Hal ini bisa dibalik indikasi saat kemarau tahun lalu, kawanan macaca juga banyak yang turun ke perkebunan atau lahan pertanian masyarakat, namun saat musim hujan mulai intensif kawanan macaca berkurang atau bahkan tidak turun lagi.
“Ya ini sekedar mengamati fenomena yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan rutin di WAG Aktivitas Gunung Merapi oleh PGM Kaliurang, untuk parameter suhu Merapi dari hari Jumat sampai dengan Minggu pada periode pengamatan pukul 06.0 - 12.00 WIB kami sampaikan sebagi berikut Jumat 2 Mei, suhu 22,9 - 26 C, Sabtu 3 Mei, suhu 23,3 - 25 C, Minggu 4 Mei, suhu 21 - 25,5 C
pada periode pengamatan 12.00 - 18.00 - 24.00 WIB suhu relatif turun karena menjelang malam dan pagi hari. “Jadi menurut data tersebut tidak ada anomali peningkatan suhu yang signifikan,” imbuhnya. (Opo)
