Gempa Pacitan Berdampak Sampai Bantul, Puluhan Warga Terluka

share on:
Sekda Agus Budi Raharja saat memberikan keterangan pers tentang gempa Pacitan yang berdampak terhadap warga dan infrasytuktur di Bantul || YP-ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 SR di 89 yang mengguncang perairan Selatan Pulau Jawa, Jumat (6//2/2026) pukul 01:06:11 WIB menimbulkan dampak terhadap warga dan permukiman di sejumlah wilayah, khususnya Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA: Prajurit Korem 072/Pmk Giat Jaga Kebersihan Malioboro

‎Sekda Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan jumlah korban yang terluka akibat tidak langsung dari gempa bumi mencapai 31 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 23 orang rawat jalan dan delapan orang harus menjalani rawat inap di berbagai rumah sakit yang ada di Kabupaten Bantul. 

BACA JUGA: Petugas Imigrasi Yogyakarta Masuk Kampus, Ini yang Dilakukan

"Sampai jam 11.00 WIB update terakhir korban terluka akibat gempa bumi total 31 orang dan delapan orang menjalani rawat inap," ujarnya usai rapat bersama dengan BMKG Yogyakarta, BPBD, Polres, Kodim dan instansi terkait lainnya di ruang rapat Sekda Bantul, Jumat (6/2/2026).

BACA JUGA: Geger! Ada Kerangka Manusia di Sebuah Rumah, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Semula berdasarkan laporan awal yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa telah berdampak pada empat kepala keluarga dengan tujuh orang mengalami luka-luka. Selain korban luka, gempa juga menyebabkan kerusakan materiil berupa empat unit rumah, terdiri atas tiga unit rumah di Kabupaten Bantul dan satu unit rumah di Kabupaten Pacitan.

BACA JUGA: Tersangka Narkoba Praperadilan Polresta Sleman, Heru Nurcahya Nyatakan Penahan Sah

‎‎Agus Budi Raharja mengatakan, karena korban atau pasien yang menjalani rawat inap tidak tercover BPJS Kesehatan disebabkan pasien mengalami luka akibat gempa bumi maka Pemkab Bantul akan menanggung biaya selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit. 

BACA JUGA: Dinsos Sleman Tuntaskan Adminduk Disabilitas dan Kelompok Marjinal

‎"Pasien nanti bisa dicover dengan Jamkesda yang plafonnya mencapai maksimal Rp 5 juta namun jika masih kurang bisa dicover dengan Belanja Tak Terduga atau BTT," tandasnya. 

BACA JUGA: Disnaker Sleman Laksanakan Proyek Padat Karya di 31 Lokasi, Anggaran Rp 19 Miliar

‎Adapun dampak infratruktur yang rusak meliputi rumah warga, tempat ibadah hingga fasilitas umum maupun bangunan milik perusahaan pemerintah mencapai 20 titik terdiri 11 rumah warga, dua tempat ibadah dan sisanya fasilitas umum serta gedung milik pemerintah. 

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Salurkan Rp 146 Juta untuk 12 SD Muhammadiyah di Sleman dan Kuloprogo

‎"Kerusakan sebagian besar kategori ringan yang cukup berat hanya atap yang runtuh di Samsat Bantul namun untuk pelayanan masih berjalan normal," ungkapnya. 

‎Sedangkah untuk penanganan rumah warga yang rusak ringan, pria yang disapa akrab Gus Bud ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat dan FPRB setempat di Bantul TNI dan Polri.

BACA JUGA: GKR Hayu Lantik Bupati Harda Sebagai Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Sleman

Sementara itu, BNPB Pacitan memastikan, gempa berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur. Episenter gempa berada sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, 116 kilometer barat daya Trenggalek, 127 kilometer tenggara Gunungkidul, 160 kilometer tenggara Yogyakarta, dan 576 kilometer tenggara Jakarta. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

BACa JUGA: Dituding Belum Penuhi Kewajiban Pembayaran Pembangunan Gedung, Ini Jawaban YTCKN

Guncangan dirasakan cukup kuat selama sekitar dua hingga tiga detik dan sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, terutama di wilayah yang merasakan dampak langsung.

BPBD setempat telah melakukan monitoring lapangan dan kaji cepat untuk memastikan kondisi warga serta kebutuhan penanganan lanjutan di lokasi terdampak. 

BACA JUGA: Perkumpulan Orang Tua Kelas 7 SMPN 2 Kalasan Serahkan Bantuan untuk Masjid Al Huda

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, serta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kondisi darurat kepada BPBD setempat atau melalui layanan darurat di nomor 117. (*/inm)


share on: