Gunung Merapi Muntahkan Lava, Jarak Luncur 1.500 Meter

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Aktivitas Gunung Merapi teramati mengalami sebanyak 21 kali guguran lava ke arah barat daya atau ke Kali Bebeng sepanjang pengamatan Kamis (12/4/2024) mulai pukul 00.00 - 06.00 WIB.

“Teramati mengalami sebanyak 21 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah Kali Bebeng,” ujar petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Suraji didampingi Yulianto, Jumat (13/4/2024).

BACA JUGA: Pencarian Korban Kali Code, Tim SAR Pasang Unit Bantuan Darurat di Jembatan Wirosaban

Dijelaskan, secara visual gunung jelas hingga kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25 m di atas puncak kawah. Status siaga atau level III.

“Cuaca berawan dan angin bertiup tenang ke arah barat, suhu udara 11.5-22 °C, kelembaban udara 62-98 persen dan tekanan udara 768.3 hingga 949.8 mmHg,” jelas Suraji.

Diungkapkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

BACA JUGA: Kapolri Beri Santunan kepada Keluarga Korban Tewas Lakalantas di Tol Cikampek

”Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” ungkapnya.

Berdasarkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

“Kami menghimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,” ajaknya. (Opo)

 


share on: