Yogyapos.com (BANTUL) - Kabar duka menggelayuti tanah air. Sosok ulama besar dan negarawan, KH Maimun Zubair meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah pada jam 04.17 waktu Arab Saudi.
Bendahara PPP Bantul Dyah Noviani SH ditemui Yogyapos.com di kediamannya, Komplek Waterbyur Trirenggo, mengaku sangat kehilangan sosok Mbah Moen yang ngayomi dan ngajeni. “Saya dapat kabar meninggalnya almarhum dari rekan di DPP. Kami DPC PPP Bantul berbelasungkawa sangat dalam atas meninggalnya sosok negarawan yang multietnis, multi agama dan multipartai. Hubungan kami intens lantaran hendak mengundang beliau pada harlah PPP DIY ke-47 pada Januari lalu,” kata politisi wanita yang akrab disapa Novi ini.
Novi menuturkan, sebelum acara Harlah pada Januari lalu, pihaknya sowan ke rumah beliau di Rembang, akhir Desember. Waktu itu banyak tamu, dan diterima dengan terbuka. Obrolan-obrolan pun cair, seperti anak sedang mendengarkan nasihat orangtuanya.
“Beliau berpesan, agar terus berjuang bagi kemaslahatan umat. PPP adalah rumah besar umat Islam, yang didalamnya ada elemen NU dan Muhammadiyah. Terus jaga marwah PPP,” kenang Novi menirukan pesan Mbah Moen.
Bendahara PPP Bantul ini menambahkan, lalu pada Januari, Mbah Moen turut menghadiri acara Harlah PPP DIY. Beliau tampak sehat bugar. Dalam pesannya di acara tersebut, Mbah Moen menginginkan PPP DIY kembali bersatu, tidak ada lagi gesekan internal. “Almarhum juga sempat berpesan kepada saya untuk berjuang di jalur politik secara etis dan melindungi hak-hak wanita. Saya pribadi sangat kehilangan sosok beliau. Insya Allah husnul khotimah,” imbuh Novi sesekali mengusap air mata.
Dihubungi terpisah, Wakil Rois PWNU DIY, Dr KH Hilmy Muhammad MA juga turut menghaturkan dukacita yang mendalam atas meninggalnya KH Maimun Zubair. Menurut Gus Hilmy, sosok almarhum bukan hanya politisi tetapi negarawan dengan pemikiran visioner untuk kemajuan Bangsa dan Negara. “Sebelum pencalonan DPD RI, saya sowan ke rumah beliau. Minta doa restu. Dia pun selalu berpesan agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Almarhum menekankan Pancasila adalah anugerah dan rahmat yang besar bagi Indonesia. Terdapat lintas suku dan budaya di dalamnya. Dan kita wajib menjaganya jangan tercerai-berai,” tandas Pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak ini. (Dol)
