Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemkab Sleman mengadakan safari tarawih perdana pada bulan suci Ramadan 1447 hijriah, di Masjid Al Ma'unah, Saren, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (20/2/2026).
BACA JUGA: Pembawa 2,71 Kilogram Ganja Dari Baturaja Ditangkap di Terminal Jombor
Kegiatan yang rutin diadakan tiap Ramadan ini diikuti oleh Bupati dan Wakil Bupati Sleman, jajaran Forkopimda dan pejabat di lingkungan Pemkab Sleman, serta warga masyarakat sekitar.
BACA JUGA: Bonaventura Octavito Cahyawani Juara 2 Hackathon Nasional
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi, serta sarana bagi Pemkab Sleman untuk menyampaikan program-programnya kepada masyarakat secara langsung. Sehingga diharapkan dapat terjalin komunikasi yang baik dan konstruktif bagi pemerintah dan warga masyarakat.
BACA JUGA: Kasdam IV/Diponegoro Tinjau Progres Pembangunan KDKMP dan Jembatan Gatung di Purworejo
"Mudah-mudahan dengan adanya komunikasi yang baik, jika ada kekurangan dari Pemkab Sleman, bisa langsung disampaikan. Kami juga selalu mohon masukannya, bisa disampaikan melalui pak dukuh, pak lurah, pak panewu, apa yang kurang," ucapnya.
BACA JUGA: Diduga Jadi Korban Malpraktik, Pengusaha Asal Purworejo Gugat Rumah Sakit dan Oknum Dokter
Ia juga mengajak para jamaah tarawih untuk bersyukur sebab masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadan. Ia juga mengajak untuk terus berusaha memperbaiki sikap, ucapan, perbuatan, di bulan suci ini. Diharapkan setelah Ramadan nanti kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
BACA JUGA: UMY Salurkan Takjil 4.000 Porsi Setiap Hari bagi Mahasiswa
Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman juga meresmikan program Kampung Sapa yang diinisiasi oleh warga RT 01 Saren Tempel, Caturtunggal, Depok Sleman. Program atau gerakan ini menekankan nilai-nilai keharmonisan dalam interaksi sosial, seperti grapyak, semanak, ewuh pakewuh.
BACA JUGA: Kodim Kebumen Gandeng Lions Club Yogyakarta, Ratusan Lansia Terima Kacamata Gratis
Yusron Hana'i, dari pengurus takmir masjid Al Ma'unah, menyampaikan bahwa budaya sapa merupakan kearifan lokal yang saat ini sudah semakin sulit ditemukan, terutama di lingkungan perkotaan seperti di Saren Tempel ini.
BACA JUGA: 704 Anggota BPKal Sleman Terima BPJS Ketenagakerjaan
“Melalui gerakan ini diharapkan masyarakat di kampung Saren ini dapat kembali melestarikan budaya sapa, yang mana itu juga budaya asli kita semua,” ucapnya.
BACA JUGA: Forkom TPA Condongcatur Gelar Sarasehan Membina Generasi Qur'ani
Ia juga mengaku senang dan bangga sebab masjid Al Maunah digunakan untuk melaksanakan safari tarawih perdana di bulan Ramadan tahun ini oleh Pemkab Sleman. Ia berharap membawa berkah bagi jamaah masjid Al Maunah dan warga masyarakat Padukuhan Saren dan sekitarnya.
BACA JUGA: IFI Yogyakarta Gelar Pameran Tunggal 'Road To Igo' Karya Igo Rizkullah
Pada acara tersebut juga diserahkan bantuan dana sebesar 31,5 juta rupiah kepada takmir masjid Al Ma'unah. Bantuan tersebut diantaranya berasal dari Pemkab Sleman, BAZNAS Sleman, Kemenag Sleman, Kapanewon Depok, Kalurahan Caturtunggal, Bank BPD DIY Cabang Sleman, Bank Sleman, PUDAM Sleman, Bank Sleman Syariah, dan infak jamaah tarawih pada malam tersebut.
BACA JUGA: Raih 29 Medali, SMA Muhi Yogya Terbaik Nasional dalam Olimpicad ke-8 di Makassar
Selain itu juga diserahkan bantuan santunan dari BAZNAS Sleman kepada 10 orang fakir miskin dan yatim piatu, dan bantuan dari Kemenag Sleman berupa 6 buah mushaf Al Quran, dan 5 buah mukena.(*/Agn)
