Yogyapos.com (SLEMAN) - Potensi yang dimiliki Kalurahan Sidomulyo Godean Sleman sangat lengkap. Jika diberdayakan dan dikelola demgan benar, bisa mendatangkan manfaat dan mampu meningkatkan perekonomian warga. Untuk itu, diperlukan kerjasama dan gotong royong termasuk dalam pelestarian lingkungan.
Demikian kesimpulan rembug warga Sidomulyo yang berlangsung di rumah Agus Setiawan (Dukuh Gancahan VII) pada Kamis (17/11/2022). Rembug sekaligus persiapan akhir menjelang digelarnya Kirab Budaya dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) pada Jumat (25/11/2022).
Dalam pengarahannya Lurah Sidomulyo Rustho Busono menyampaikan pentingnya bersedekah dan beramal apalagi untuk membangun desa dan lingkungan sendiri.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerelaan para tokoh dan warga dalam menggelar Kirab Budaya. Pemerintah Kelurahan Sidomulyo tentu tidak akan lepas tangan untuk sama-sama membangun dan memberdayakan potensi desa,” tandasnya.
Sebelumnya Carik Sidomulyo Wisnu Kumorojati, SKom mengapresiasi semangat swadaya warga masyarakat untuk terlibat aktif dalam prosesi Kirab Budaya. Prosesi kirab budaya melibatkan beragam unsur di lingkup Embung Gagak Suro dan makam Kyai Wirajamba. Bergada yang terlibat antara lain dari Lembaga Kebudayaan Jawa Sekar Pangawikan, barisan rois dan perangkat, bergada empat padukuhan Gancahan, KWT, kader PKK dan berisan petani.
Prosesi Kirab Budaya dimulai dari halaman Dukuh Gancahan VII, menuju sumber mata air Gupit, makam Kyai Wirajamba dan berakhir di area Embung Gagak Suro. Prosesi ditandai dengan penanaman pohon sawo kecik, nagasari dan timo, pelepasan sepasang burung perkutut serta pelepasan benih ikan kutuk.
Sesuai Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008, tanggal 28 November ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Selain dimaksudkan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan, juga untuk menggerakkan penanaman pohon.
Sementara itu Wahjudi Djaja selaku Pendamping Pariwisata dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) menyampaikan, kirab budaya tersebut merupakan rangkaian awal dari upaya mengangkat potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Sidomulyo Godean.
“Dengan kohesi sosial yang sedemikian kuat dan tingginya semangat swadaya, kita optimis Sidomulyo akan menjadi pusat pengembangan ekonomi dan pariwisata di Sleman bagian barat. Apalagi ada makam Kyai Wirajamba yang merupakan tokoh legendaris berdirinya Keraton Yogyakarta,” tandasnya.
Acara tersebut rencananya akan didokumentasikan oleh TVRI Stasiun Yogyakarta. Hal ini berkaitan dengan dijadikannya R. Bambang Nursinggih SSn selaku Ketua Lembaga Kebudayaan Jawa (LKJ) Sekar Pangawikan sebagai Pelestari Budaya. Sebagaimana diketahui, Bambang Nursinggih dikenal sebagai pencetus Sastra Mantra yang telah melanglang buana memperkenalkan geguritan dan mantra yang dikemas menjadi sebuah prosesi budaya.
Rembug warga yang dipandu Joko Uripto antara lain dihadiri Direktur Bumdes Sido Makmur Haryana, pamong Kalurahan Sidomulyo, para kepala dukuh di lingkup Gancahan, tokoh masyarakat dan para ibu kader penggerak PKK. (Iud)
