Yogyapos.com (YOGYA) - Idaroh Wustho Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menyelenggarakan acara Manaqib Kubra ke-7.
Kegiatan yang bertujuan memperdalam spiritualitas dan mempererat ukhuwah umat akan berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ummah Putri, Kotagede, pada 21 Desember 2025 Pukul 5.30-11.55 WIB.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Terjunkan Tim Pantau Ketersediaan BBM dan LPG
Menurut Ketua Panitia Manaqib Kubro ke -7 DR KH Ahmad Yubaidi SH MH, penyelenggaraan Manaqib Kubra ke-7 merupakan sarana istighotsah untuk mendoakan musibah yang terjadi di Indonesia dan mendoakan agar setiap perselisihan dan dilema dalam segala aspek bisa di selesaikan dengan bijaksana.
BACA JUGA: Ketua Muslimat NU Bantul: Perempuan Harus Perkuat Diri dengan Pengetahuan dan Keterampilan
"Istihgotsah dalam kemasan manaqib kubro adalah jalan ibadah dalam mendoakan yang terkena bencana alam maupun persoalan negara dan organisasi. Sekaligus memasyarakatkan thariqoh dan menthariqohkan masyarakat ", katanya. Manaqib qubro ke 7 ini akan di hadiri Walikota Yogyakarta Dr (HC) dr H Hasto Wardoyo SH MH SpOG (K).
BACA JUGA: Pemulihan Listrik di Aceh Terus Dikebut
Manaqib Kubro, menurut Mudir Jatman Idaroh Wustho DIY KH Muhammad Labib adalah sarana emas dalam mengenalkan dan menguatkan amalan Thoriqoh di DIY.
"Manaqib Kubro ini, disamping akan mengundang semua pengurus dan jamaah thoriqoh di seluruh DIY. Juga jajaran NU di tingkat Wilayah (PWNU) DIY maupun PCNU se-DIY. Juga jamaah berbagai pengajian di wilayah DIY,” ungkapnya kepada yogyapos.com, Selasa (16/12/2025).
BACA JUGA: Publik Apresiasi Langkah Menkeu Purbaya Menunda Kenaikan PPN
KH Munir Syafa'at, selaku Sholihul Ma'had/ Pengasuh PP Nurul Ummah Putri, menyambut baik dan berkeyakinan akan sukses dan berjalan lancar.
"Dengan melibatkan semua unsur dan dukungan dari semua pihak, perencanaan yang baik serta keterbukaan menjadi kunci keberhasilan sebuah acara,” katanya.
BACA JUGA: RUPM Purworejo 2025-2045, Peta Transformasi Ekonomi ke Gerbang Investasi Selatan Jawa
Dalam manaqib Kubro ke-7 akan diisi Istighotsah dan Pembacaan Manaqib TQN, Syathoriyyah, Syadiliyyah, Naqsyabandiyyah Kholidiyah dan Idrissiyah. Sedangkan Mauidhoh Hasanah rencananya akan di sampaikan oleh Prof Dr KH Ali Masykur Musa MSi MHum (Mudir Aly JATMAN Idaroh Aliyah)

Makna dan Tujuan Thariqah dalam Tasawuf
Mengapa Thariqoh itu penting?
Dalam tradisi tasawuf, thariqah adalah jalan spiritual yang ditempuh oleh seorang salik (pejalan ruhani) untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tujuan utamanya bukan hanya memperbanyak ibadah lahiriah, tetapi juga menyucikan hati dari penyakit-penyakit batin.
BACA JUGA: Tuwanggana, Mitra Strategis Kalurahan Penyerap Aspirasi Masyarakat
Tiga penyakit hati yang sering menjadi penghalang utama dalam perjalanan spiritual adalah:
1. Hubb al-jah (cinta kemuliaan dan popularitas)
Keinginan untuk dihormati dan dipuji manusia bisa menjadi hijab antara hamba dan Tuhannya. Dalam thariqah, ini dibersihkan melalui takhalli, yakni mengosongkan hati dari sifat tercela.
BACA JUGA: Di Hari Juang AD, Kasad Nyatakan TNI Terus Dukung Penanganan Bencana Sumatera
2. Ujub (penghargaan berlebihan terhadap diri sendiri)
Merasa diri lebih baik dari orang lain adalah bentuk kesombongan halus. Thariqah mengajarkan tawadhu (rendah hati) dan menyadari bahwa segala kebaikan adalah karunia Allah, bukan hasil usaha pribadi semata.
BACA JUGA: Ikhlas itu Menyehatkan Jiwa dan Raga
3. Ghuluw (pengultusan diri atau guru secara berlebihan)
Dalam thariqah, seorang murid memang menghormati mursyidnya, tetapi tidak sampai menuhankan atau menganggapnya maksum. Pengultusan bisa menjerumuskan pada syirik khafi (kesyirikan tersembunyi). (Samsuri)
