IKASSRI 'Soul For The Fine Art' Suguhkan Ratusan Lukisan dan Patung di Pendapa Art Space

share on:
Sejumlah lukisan di salah satu sudut ruang pamer Pendapa Art Space (PAS) Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro (Ring Road Selatan) Tegal Krapyak RT 01, Glugo, Panggungharjo, Sewon Bantul, Sabtu (13/5/23) || YP-Yuliantoro

Yogyapos.com (BANTUL) - Ikatan Alumni Sekolah Seni Rupa Indonesia (IKASSR) menggelar Pameran Senirupa IKASSRI ‘Soul For The Fine Arts’ dan Syawalan, di Pendapa Art Space (PAS) Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro (Ring Road Selatan) Tegal Krapyak RT 01, Glugo, Panggungharjo, Sewon Bantul, Sabtu (13/5/23).

Sekitar 125 lukisan serta sejumlah patung karya seniman alumni Sekolah Seni Rupa Indonesia dipajang di gallery tersebut. 

Ketua IKASSRI Yogyakarta Dunadi menerangkan, pameran ini merupakan event tahunan yang dapat dijadikan ajang silaturahmi serta barometer proses kreatif para alumni dalam berkarya. Karena lanjut dia, setiap tahun selalu ada karya karya baru. Pameran ini juga menjadi ajang belajar bagi para alumni yang masih belia serta membuka ruang diskusi dan saling tukar serta berbagi pengalaman.

Ketua IKASSRI, Dunadi

“Kami berharap, pameran sekaligus syawalan  ini sebagai ajang silaturahim dan dapat berkolaborasi menjadi kekuatan bersama yang dapat saling berbagi manfaat kepada adik adik dan sekolah,” ujar Dunadi.

Dunadi juga menegaskan, “Satu jiwa dalam seni rupa” menjadi sebuah momentum penting bagi kita semua, bagaimana tidak, dalam kesempatan bersama ini, tanpa membeda-bedakan perupa kita bersama-sama membangkitkan Rasa dalam senirupa. 

Pameran ini adalah bejana emas bagi perupa untuk menjadi wadah pembebasan diri menguarkan rasa. Dan dengan ‘Cipta’ kita sebagai manusia yang sarat pengetahuan berkarya kembali, mencipta kembali ide-ide baru dalam kancah pameran bersama. Rasa dan Cipta akan sempurna dengan hadirnya Karsa atau kemauan, kehendak perupa dalam berkarya.

Lebih lanjut, kata Dunadi, keberadaan IKASSRI merupakan wadah bagi semua alumni sejak masih bernama SSRI Gampingan kemudian menjadi Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) hingga saat ini menjadi SMKN 3 Bantul. Kendati pun nama sekolah berganti ganti namun sebagai alumni diharapkan tetap menjalin hubungan dengan  pihak sekolah.

“Hal ini penting agar para alumni bisa saling membantu dan memberi manfaat,” tandas Dunadi.

Pameran dibuka Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo,S.Sos dan akan berlangsung sampai Sabtu 20 Mei 2023. Kegiatan ini juga mengambil momentum 60 tahun berdirinya Sekolah Seni Rupa Indonesia yang ternyata memiliki sejarah panjang dalam melahirkan perupa di tanah air.

Heru ‘Londo’ Uthantoro mengatakan, IKASRI merupakan wadah bagi para Alumni SSRI/SMSR Yogyakarta/SMKN 3 Kasihan. Para Alumni IKASSRI banyak berperan penting dalam mendukung perkembangan dunia pendidikan dan kemajuan di bidang penciptaan karya seni rupa. Kredibilitas dan eksistensi para alumni juga  telah diakui dikancah seni rupa tingkat nasional bahkan internasional. 

Hal ini membuktikan bahwa Alumni IKASSRI mampu bertanggung jawab secara estika dan moral atas pendidikan seni yang pernah dipelajarinya, guna memajukan taraf kehidupan serta menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia. “Soul For The Fine Arts, merupakan tema yang kita angkat dalam kegiatan kali ini, Dengan pondasi seni rupa  yang kita miliki, kita  keluarga besar IKASSRI harus Satu jiwa Untuk Seni Rupa, semangat untuk selalu peduli-bersama menjaga dan membangun Cipta-Rasa-Karsa dalam jalinan silaturahmi dan saling memotivasi untuk tetap selalu berkarya, sehingga mampu menjawab segala situasi dan kondisi yang kita hadapi khususnya bagi keluarga besar IKASSRI,” ujar Heru Londo. (Yuliantoro)

 


share on: