Ir Suparmono MM : Waspadai Dampak La Nina bagi Pariwisata

share on:
Kadispar Sleman didampingi Kabid Pemasaran Pariwisata || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Para pengelola destinasi dan desa wisata yang ada di Sleman diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan terus berkoordinasi dengan Posko Penanggulangan Bencana dan tim SAR. Pemantauan harus terus dilakukan terutama yang memiliki aktifitas di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Keselamatan dan kenyamanan wisatawan tetap harus menjadi prioritas.

Demikian pesan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ir Suparmono MM saat konferensi pers dalam rangka pelaksanaan Virtual Tour de Merapi, di Aula Sapta Pesona Dinpar Sleman, Jumat 29/10/2021).

Lebih jauh disampaikan, selain harus mengantisipasi pandemi Covid-19 pihaknya juga memberi perhatian pada kemungkinan datangnya bencana banjir dan tanah longsor. “Kepada para wisatawan, saya berpesan agar tetap mematuhi arahan pengelola wisata. Bukan hanya terkait bencana alam tetapi juga pandemi. Pastikan telah memiliki aplikasi Pedulilindungi atau Visiting Yogya,” tandasnya.

Terkait data kunjungan wisata, pihaknya mencatat sampai September 2021 baru mencapai 530 ribu. “Sisa waktu yang ada sampai akhir tahun, digelar event Virtual Tour de Merapi, apalagi setelah status pandemi levelnya turun,” imbuhnya. Tour de Merapi tahun ini memasuki tahun ke-16 merupakan kegiatan unggulan yang diharapkan mampu membangkitkan kembali pariwisata Sleman.

Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Kus Endarto SE Mec Dev, menyampaikan tujuan digelarnya Virtual Tour de Merapi selain untuk menstimulasi bangkitnya pariwisata dalam masa PPKM   Level-2, juga merupakan upaya  meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya ke destinasi yang lama tutup karena pendemi.

“Tour de Merapi tahun ini diprogram secara virtual pada hari Minggu 14 Nopember 2021. Para peserta berangkat dari kediaman masing-masing dan harus melewati lima pos yang telah kami persiapkan, yakni Tlogo Putri Kaliurang, Klangon, Sendang Joholanang, Lava Bantal dan Candi Barong. Peserta diwajibkan selfie dan mengirim fotonya ke link yang disediakan. Untuk sementara kuota baru tercapai sekitar 30% dan pendaftaran masih dibuka sampai 12 Nopember 2021,” jelasnya.

Di tempat yang sama Ketua Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) Agung Tris Sasongko, MPar menyampaikan rencana digelarnya Saresehan dan Dialog Wisata bersama BPPS, Urban Hotel Management dan BRI. Dialog akan dilaksanakan pada Selasa, 2 Nopember 2021 di Urban Punokawan Cupuwatu Resto Kalasan. “Temanya Pemulihan Pariwisata di Masa Pandemi PPKM Level 2. Para peserta dialog adalah para pelaku wisata dan asosiasi wisata dari Jatim, Yogya dan Jateng serta pelaku UMKM,” pungnya.  (Iud)

 


share on: