Jalur Evakuasi Sedogan-Balerante Rusak Parah, Diduga Inilah Pemicunya

share on:
Salah satu spanduk yang dipasang oleh warga menyikapi kerusakan jalan di ruas Sedogan - Balerante || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Masifnya mobilisasi truk tambang diduga menjadi biang yang memperparah kerusakan pada ruas jalan Sedogan - Balerante di Kabupaten Sleman. Lapisan aspal di sepanjang jalan ini mengelupas sehingga membentuk kontur jalan bergelombang dan berlubang-lubang.

Di sisi lain ruas jalan ini merupakan salah satu jalur evakuasi dampak bencana Gunung Merapi, mulai dari simpang empat Sedogan Kapanewon Tempel hingga Balerante Kapanewon Turi.

BACA JUGA: 15 Tersangka Pungli KPK Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Rakyat (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Zaini Anwar.

“Jadi ruas jalan Sedogan - Balerante itu merupakan jalur tambang, itu kalau tambangnya ndak dihentikan itu akan rusak terus, kita ndak punya tambang di situ, tapi jalan kita dilewati,” kata Zaini Anwar, Jumat (15/3/2024).

Menurut Zaini, ruas jalan yang termasuk dalam wilayah kewenangannya tersebut memiliki bentang panjang sekitar 6,1 KM, dari sisi teknis dapat dikatakan rusak parah.

“Dari sisi teknis sudah rusak parah, namun sekitar tiga hingga empat kilometer aspalnya masih ada, itu termasuk jalur evakuasi,” jelasnya.

BACA JUGA: Kapolresta Yogya Giat 'Jumat Curhat' di Masjid Al Hikmah Notoyudan, Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Langkah yang dilakukan, ungkap dia, sejauh ini Bina Marga mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin dengan melakukan penambalan pada bagian yang berlubang.

“Kalau kita sudah melakukan pemeliharaan rutin, lubang-lubang yang ada sudah ditambal, setiap tahun kita ke sana, baik pembenahan gorong-gorong yang rusak dan sebagainya, intinya tidak kita diamkan,” tururnya.

Patroli Dishub || YP-Eko Purwono

Diungkapkan, sejatinya rencana peningkatan jalan telah diusulkan, bahkan Detail Engineering Design (DED) atau detail gambar telah disiapkan sejak 3 tahun silam, namum hingga kini belum mendapatkan persetujuan.

BACA JUGA: Menanti Regulasi Hubungan Industrial 4.0, Ini Saran dan Harapan Advokat Johan Imanuel

“Sebetulnya sudah kita buat DED untuk peningkatan ruas jalan tersebut, sekitar tiga lalu, sampai saat ini anggaran belum turun,” ucapnya.

Terkait upaya penindakan terhadap armada truk  yang melintas pada ruas jalan tersebut, Kasat Lantas Polresta Sleman Kompol Andhies F Utama belum memberikan keterangan, hanya dijelaskan bahwa kerusakan  jalan telah ditangani oleh pihak DPUPKP Sleman.

“Kalau informasi dari dinas PU baru perbaikan lubang jalan sampai di Merdikorejo Tempel, info lanjut nanti kami kabari lagi,” kata Kompol Andhies.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Sleman  Ir Arip Pramana, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan giat patroli terkait dengan armada truk yang melebihi batas muatan atau tonase kendaraan. 

“Dishub Sleman sudah melakukan patroli di lokasi dimaksud, seperti di Kapanewon Turi,” jelas Arip menjawab konfirmasi media ini.

Salah satu warga Kalurahan Merdikorejo Tempel yang namanya enggan disebutkan membenarkan adanya aktivitas hilir mudik truk pengangkut hasil tambang pada ruas jalan Sedogan - Balerante dan berlangsung setiap hari dengan berbagai macam ukuran. Dia pun mempertanyakan keberadaan pos pemungutan retribusi yang berada di wilayah Kalurahan Merdikorejo.

“Jalan ini setiap hari dilewati truk-truk pengangkut hasil tambang dan berbagai macam ukuran, sehingga menyebabkan kerusakan jalan,” tandas pria berinisial D kepada yogyapos.com. (Opo)

 

 

 

 

 

 


share on: