Yogyapos.com ( SLEMAN) - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memastikan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban dalam kondisi aman.
BACA JUGA: BPBD Rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Antisipasi El Nino
Hal tersebut disampaikan usai meninjau Kelompok Ternak Karya Tunggak Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang, Selasa (5/5/2026). Turut mendampingi, Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Kepala Perwakikan BI DIY, Kepala Deputi Bank Indonesia, beserta jajaran.
BACA JUGA: Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Penuh, Distribusi Perlu Kolaborasi
Berdasarkan hasil pemantauan, Danang menyampaikan terdapat kenaikan harga hewan kurban berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp 2.000.000. Meski demikian, jumlah ternak yang tersedia juga mengalami peningkatan sekitar 10 persen menjelang Iduladha.
BACA JUGA: Bupati Harda di Hari Jadi ke-110 Sleman: Pemerintahan Merupakan Mandat Rakyat
Data sementara menunjukkan ketersediaan sapi kurban berjumlah 3.854 ekor, kambing sejumlah 4.002 ekor dan domba 7.811 ekor. Sedangkan estimasi kebutuhan ternak sapi sebesar 9.235 ekor, kambing 3.050 ekor, dan domba 15.750 ekor.
.jpg)
"Untuk mencukupi kekurangan stok bisa dari kelompok ternak di kampung, pasar tiban, dan pembelian langsung dari luar daerah," jelas Danang.
BACA JUGA: Menkeu Purbaya Bakal Copot Dua Pejabat Terkait Restitusi Pajak
Terkait kesehatan hewan kurban, Danang memastikan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan telah melakukan pemantauan dan kerja sama dengan pertugas Puskeswan setempat, seperti pemberian vaksin dan pemeriksaan fisik hewan kurban. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan juga penyakit Antraks.
BACA JUGA: Kolonel Czi Catur Witanto Pimpin Upacara Bendera, Tingkatkan Disiplin & Nasionalisme Prajurit
"Insya Allah untuk sapi aman. Tapi karena hewan kurban ini juga ada pendatangan sapi dari luar daerah, ini yang harus kita pantau terus," tambahnya.
BACA JUGA: Hibah Penelitian Bestari Saintek Fokus Bangun Laboratorium Hidup di Lapangan
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menambahkan pihaknya telah melakukan pencegahan Antraks dengan pemberian vaksin, khususnya untuk hewan kurban di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul, yakni Kalurahan Gayamharjo dan Kalurahan Sambirejo Kapanewon Prambanan.
BACA JUGA: Pastikan Kesiapan Layanan, Satgas Armuzna Lakukan Peninjauan Awal ke Arafah
"Kalau untuk vaksinasi PMK kita ulang 6 bulan sekali. Secara umum pencegahan kita juga dengan menyemprot truk dan sapi ketika masuk ke pasar hewan, kemudian pemeriksaan hewan ketika masuk juga wajib dilakukan," papar Rofiq
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Danang sekaligus mengajak masyarakat khususnya panitia kurban, untuk mengganti plastik dengan besek atau anyaman bambu sebagai kemasan daging kurban.
BACA JUGA: Ketua Dewan Pers Ajak Publik Utamakan Informasi Berkualitas di Era Medsos
Ia berharap, langkah ini dapat mengurangi permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Sleman. Terlebih lagi, Kabupaten Sleman juga memiliki 197 pengrajin anyaman bambu yang siap untuk menyuplai kebutuhan kemasan.
"Monggo kita gunakan besek sebagai bentuk kepedulian kita menjaga lingkungan Kabupaten Sleman agar semakin nyaman," pungkas Danang. (Agn)
