Jelang Pergantian Tahun, Okupansi Hotel di Bantul Menurun

share on:
Keindahan Pantai Parangtritis bisa dinikmati dari serambi hotel di sekitarnya || YP-ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Okupansi hotel saat awal libur Nataru 2025 mengalami lonjakan yang signifikan. Namun menjelang tahun baru 2026 okupansi tersebut mengalami penurunan. 

BACA JUGA: Haul Abah Guru Sekumpul: Cermin Cinta dan Kesadaran Kolektif Umat

Dalam catatan PHRI Bantul, pada 23-27 Desember 2025 tingkat okupansi hotel mencapai 85-90 persen. Tapi setelahnya, yakni sejak 28 hingga 31/12/2025 turun menjadi 70 persen dan diprediksi akab terus menurun hingga berakhirnya libur Nataru pada 4/1/2025 yang akan datang. 

‎"Okupansi hotel pada Nataru 2025 ini memang menurun dibandingkan libur Nataru 2024 yang lalu," ungkap Ketua PHRI Bantul, Hendra Dwi Utomo, Rabu (31/12/2025).

BACA JUGA: Otopsi Sosial 2025 Menuju Indonesia Versi Baru

‎Menurutnya okupansi hotel turun pada libur Nataru 2025 dibandingkan libur Nataru 2024 diantaranya faktor cuaca ekstrem, himbauan pemerintah tidak ada pesta kembang api atau yang lainnya secara berlebihan sehingga wisatawan pindah ke objek wisata lain yang masih bisa lebih leluasa menyalakan kembang api. 

BACA JUGA: Menkeu: Dana Darurat Rp 268 Miliar Cair, Pemulihan Bencana Sumatra Dipercepat

‎"Yang jelas saat ini wisatawan lebih irit dalam mengeluarkan uang. Ini bukan daya beli yang turun ya, tapi emang mau irit. Kan sebentar lagi juga libur panjang Lebaran," katanya. 

‎Disisi lain Hendra menyoroti adanya hotel, home stay hingga kos-kosan yang ilegal dan bertarif murah karena tidak bayar pajak juga menerima tamu sehingga otomatis berdampak pada hotel atau home stay yang tertib bayar pajak. 

BACA JUGA: Pasutri H Moch Arif Toto Rahardjo dan Hj Ninoek Sriyani Luncurkan Gerakan Anak Cinta Masjid

‎"Jadi kalau okupansi hotel itu faktor penyebab turunnya sangat komplek. Kadang wisatawan ramai tapi hotel sepi. Itu kan terjadi Bali dan mulai merambah Yogyakarta," tandasnya. 

‎Sementara itu pemilik Hotel Gandung di Pantai Parangtritis mengatakan perayaan tahun baru 2026 tingkat okupansi hotel masih sekitar 50 persen sehingga masih banyak kamar yang tersisa. 

BACA JUGA: Dari Muskal Pelaporan Tahunan Bumkal Tirtamas, Begini Pesan Panewu Mlati

‎"Lebih ramai pergantian tahun 2024 ke 2025 yang lalu dibandingkan pergantian tahun 2025 ke 2026. Kurang seru," katanya. 

‎Sedangkan pemilik Hotel Kinasih di Pantai Parangtritis, Roni mengatakan untuk saat ini seluruh kamar hotel sudah dipesan oleh tamu untuk merayakan malam pergantian tahun. 

‎"Kalau di hotel saya seluruh kamar sudah dipesan oleh wisatawan sampai besuk siang tanggal 1/12/2025. Ndak tahu kalau hotel yang lainnya," ungkapnya. (*)


share on: