Jogja International Disability Art Biennale 2023 Pamerkan 67 Karya 54 Perupa

share on:
Sejumlah karya yang dipamerkan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 54 senimam disablitas dan non disabilitas mengikuti pameran bersama Jogja International Disability Art Biennale 2023, di Galeri RJ Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, pada 13 hingga 21 Oktober 2023.

BACA JUGA: Lagu 'Darah Juang' Menggema di UC UGM, Aktivis 80-90 Jumpa Muhaimin Iskandar untuk Perubahan

Keseluruhan seniman tersebut terdiri 17 asal luar negeri dan sisanya berasal dari berbagai wilayah Indonesia. “Kegiatan dua tahunan yang sudah sekian kalinya ini, diselenggarakan oleh Yayasan Jogja Disability Art dan Galeri RJ Katamsi. Tema yang diusung adalah 'interchange' yang mempunyai makna luas untuk kemajuan para seniman umum dan disabilitas,” kata Kurator pameran ini, Budi Irawanto  dariUGM Yogyakarta kepada sejumlah awak media, di ISI Yogyakarta, Jumat (13/10/2023).

Konferensi pers panitia || YP-Supardi

Menurutnya, pameran ini merupakan pertautan antara seni dan disabilitas yang memiliki banyak demensi. Seni menjadi medium untuk merepresentansikan kondisi disabilatas. 

BACA JUGA: Gebyar Batik Sleman 2023, Banyak Pilihan Sesuai Selera

Bagi penyandang disabilitas, seni merupakan medium ekspresif sebagai perangkat untuk mendorong kepedulian publik terhadap isu-isu yang berkaitan dengan disabilitas.

Karya instalasi menghiasi ruang pameran || YP-Supardi

Sementara itu, Sukri Budi Dharma dari Jogja Disability Art Indonesia, mengungkapkan seni semestinya tidak berhenti pada ikhtiar untuk membuka  kesadaran publik terhadap perkara disabilitas. Namun juga membuka ruang kolaborasi antara penyandang disabilitas dan yang bukan disabilitas.

BACA JUGA: Penyaluran Beras di Wonorejo Wonosobo Dihiasi Aksi Simpatik dan Tulus Seorang Babinsa

Melalui kolaborasi akan terjadi pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi disabilitas serta adanya dialog untuk kemajuan seni. “Semua yang dipamerkan kali ini 67 karya seni rupa dua demensi berupa video dan instalasi, diharapkan memberikan andil besar untuk kemajuan bersama,” katanya.

Ketua Komisi Nasional Disabilitas Dr Dante Rigmalia MPd menyatakan, pihaknya menyambut positif dan bangga dengan diadakannya pameran ini.

Pengunjung mencermati suatu karya || YP-Supardi

“Proses kolaborasi kali ini tidak hanya sekadar mempertemukan dan manyatukan dua gagasan dalam kreasi maupun  praktek-praktek yang berbeda. Namun harapannya juga melahiran dan memahami pihak lain,” tandas Dante.

BACA JUGA: HYS Jadi Terdakwa Gegara Sudah Dibantu Melunasi Kredit Tapi Ogah Serahkan SHM Rumah ke Pelunas

Pada kesempatan sama, peserta dari York Universite Amerika Serikat, Glay Robinson, menyatakan pihaknya menyambut positif dan mengharapkan acara ini memberikan dampak positif bagi seni rupa dan seniman disabilitas dan yang bukan.

Masih dalam kaitannya acara ini bahwa pada Rabu (11/10) juga telah diadakan seminar disabilitas di Kampus UGM Yogyakarta. Selain itu zoom meeting disabilitas FGD dan pada 21 Oktober penutupan pameran dan pemberian penghargaan bagi para disabilitas. (Spd/Met)

 


share on: