Jogja Japan Week Kembali Digelar di City Hall

share on:
Wakil Gubenur DIY KGPPA Paku Alam X membuka acara JJW 2023, di Sleman City Hall, Jumat (1/8 2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Wakil Duta Besar Jepang Tamura Masami didampingi Wakil Gubenur DIY KGPPA Paku Alam X dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, membuka Jogja Japan Week (JJW) Tahun 2023 yang dikembali di gelar di Sleman City Hall, Jumat (1/8 2023).

JJW dilaksanakan memperingatan 65 tahun kerja sama Indonesia dan Jepang. Acara ini merupakan yang ketiga kalinya ini untuk mempromosikan kebudayaan Jepang dan Indonesia melalui kolaborasi antara penampilan budaya, seni dan huburan.

“Semoga dengan acara ini tidak hanya untuk menghibur masyarakat namun juga mengedukasi masyarakat khususnya terkait budaya,” kata Wakil Bupati Danang Maharsa dalam sambutannya.

Danang juga menyampaikan respons positif pelaksanaan JJW 2023. Event ini dinilainya sebagai wujud kolaborasi dan berkreasi antara Jepang-Indonesia melalui pengenalan budaya, kuliner dan fashion kedua negara dan diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik Jepang dan  Indonesia.

KPGAA Paku Alam yang hadir mewakili Gubenur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengucapkan selamat atas diselenggarakan JJW. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di tahun mendatang. Dengan begitu dapat memberikan manfaat lebih luas untuk masyarakat Daerah Istinewa Yogyakarta.

“Mari kita pastikan semua rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar dan kondusif dan akhirnya dengan nyata dapat memberikan kontribusi positif bagi kita semua,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Panitia Jogja Japan Week Tahun 2023, Fitiani Kuroda menjelaskan Jogja Week 2023 mengangkat tema ‘Festival 4 Musim’. Diharapkan pengunjung dapat menikmati secara lengkap suasan Jepang disatu lokasi. Mulai 1 - 3 September 2023, pengunjung akan dihibur melalui seni, kuliner, workshop, fashion hingga penampilan cosplay.

“Semua peserta hanya mengunakan packaging, pepar bag, kemudian untuk displai juga menggunakan kayu, tidak ada satu pun yang menggunakan plastik.Sehingga kita bisa mengajak masyarakat mengenal budaya disiplin Jepang. Salah satunya disiplin berkaitan dengan kebersihan dan kerapian yang bisa kita pelajari,” jelasnya.

Disamping itu Fitriani menyampaikan, salah satu keistimewaan kegiatan dalam tahun ini adalah konsep kedisiplinan yang kerap diterapkan masyarakat Jepang. (*/Agn)

 


share on: