Yogyapos.com (YOGYA) – Kalurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Yogya menggelar Upacara Adat Nyadran sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, di Halaman Masjid Albarokah RW 04 Tinalan Prenggan, Minggu (15/2/2026).
BACA JUGA: Raih 29 Medali, SMA Muhi Yogya Terbaik Nasional dalam Olimpicad ke-8 di Makassar
Seluruh komponen masyarakat mulai Rukun Keluarga (RK), Rukun Warga (RW), hingga Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Prenggan turut hadir, serta didampingi oleh Bhabin Kamtibmas, Babinsa, dan perwakilan Dinas Kebudayaan (Kundha Kebudayan) Kota Yogyakarta.

BACA JUGA: Jelang Imlek 2577 Kongzili, Patung Dewa Bumi di Klenteng Gondomanan Dijamas
Kegiatan tidak hanya difokuskan pada doa bersama, namun juga diisi dengan berbagai aktivitas menarik seperti kirab keliling kampung dan lomba membuat apem yang diikuti oleh perwakilan masing-masing RW.
BACA JUGA: Hadiri Plantikan Pengurus KBPII Bekasi Raya, Wawali Harris Bobihoe Tekankan Penguatan Moral Pelajar
Kepala Kalurahan Prenggan, Titik Yudiarti SIP, menjelaskan upacara ini merupakan bentuk pelestarian (nguri-uri) kebudayaan Nyadran yang memiliki banyak manfaat (maslahat).
BACA JUGA: Tim Advokasi Peduli Hukum Ajukan Permohonan Uji Materi Permensos Nomor 3 Tahun 2026

Selain wujud penghormatan kepada leluhur dan keluarga yang telah meninggal dunia, acara ini juga berperan sebagai sarana silaturahmi antar sesama warga, keluarga, dan masyarakat luas.
BACA JUGA: Anggota DPRD Kota Bekasi Evi Mafriningsianti Tekankan Kolaborasi di Seminar KBPII
"Kami menyelenggarakan upacara Nyadran untuk menghidupkan kembali tradisi lokal Yogyakarta yang membawa manfaat bagi semua pihak, baik warga yang masih hidup maupun leluhur yang telah wafat. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus bukti komitmen pemerintah setempat dalam melestarikan budaya lokal yang bernilai positif," ucapnya.
BACA JUGA: Rektor Universitas Insan Cita Indonesia: Pendidikan Digital Perkuat SDM Pekerja KSPSI
Dalam perjalanan kirab keliling kampung Tinalan, suasana semakin meriah dengan berbagai atraksi yang ditampilkan, salah satunya adalah paduan musik rebana yang memberikan irama khas pada setiap langkah perjalanan. (Samsuri)
