Yogyapos.com (BANTUL) - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantul melakukan peningkatan kapasitas penyedotan dan pengolahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Oyo guna penyediaan air bersih kepada konsumen sekaligus mendukung area penyediaan pangan.
“Peningkatan kapasitas produksi dari 12 liter per detik menjasi 32 liter per detik di tempt ini selain bermanfaat guna memenuhi kebutuhan 2.000 hingga 3.000 pelanggan juga untuk mendukung Selopamioro sebagai daerah penghasil dan penyedia pangan berupa sayuran, padi dan palawija,” kata Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, saat peninjauan pengerjaan pembagunan IPA Kedungjati Imogiri Bantul, Kamis (29/10).
Proyek pengerjaan peningkatan IPA ini sangat relevan dan rasional untuk pemenuhan kebutuhan akan air bagi wilayah setempat sesuai dengan tuntutan PDAM dan konsumenya.
“Saya selaku bupati mendukung dan menyambut positif adanya pembagunan IPA ini untuk peningkatan kapasitas peoduksi air,” tambah Halim.
Direktur Utama PDAM Projotamansari Arinto Hendro Budiantoro SE mengatakan, peningkatan dan pengembangan IPA ini menelan biaya sekitar Rp 9 Miliar dari APBN. Waktu pengerjaannya sejak dua bulan lalu hingga ahir tahun 2021.
“Mekanismenya bantuan dana (bangunan fisik) IPA ini dari Pemerintah Pusat diserahkan kepada Pemkab Bantul. Sedangkan pengelolaannya oleh PDAM Bantul,” kata Arinto.
Dijelaskan, sekalipun penyedotan dan pengolahan air Sungai Oyo dengan menggunakan IPA Gedungjati tidak menguntungkan bagi PDAM, namun dilakukan. Biaya pengolahannya sekitar Rp 3.200 per meter kubik. Sedangkan harga jualnya hanya sekitar Rp 3.500 per meter kubik.
Ini dilakukan karena untuk semacam pemerataan dan sosial. Sedangkan kerugiannya bisa ditutup dengan keuntungan yang didapat melalui pengolahan air melalui IPA di kecamatan lainnya di Kabupaten Bantul.
Pengolahan air di IPA Kedungjati harus melalui lima station sehingga biayanya sangat tinggi. Namun ini juga harus dilakukan. (Spd)
