Yogyapos.com (JAKARTA) - Pandemi Global Covid-19 berdampak terjadinya konstraksi ekonomi secara nasional. Semua sektor yang melibatkan interaksi fisik, seperti pariwisata/rekreasi, perhotelan, manufaktur, perdagangan ritel, transportasi, dll mengalami shock baik aktivitas produksi dan konsumsi yang berakibat supply and demand terganggu dan terjadinya PHK secara massif. Kemnaker mengungkapkan sekitar 2,08 juta pekerja di-PHK, bahkan KADIN memperkirakan PHK bisa tembus sampai 15 juta pekerja. Situasi krisis ini masih berada pada ketidakpastian kapan akan berakhir. Namun situasi Pandemi Gobal Covid-19 membawa perubahan terjadinya Trend baru ekonomi. Sektor kesehatan, ekologi, pendidikan dan pangan yang berbasis tehnologi 4.0 telah mendapatkan peluang pasar yang besar. Selain itu, pelaku bisnis online dan e-commerce juga mendapat peluang besar bertahan pada situasi work from home.
Situasi pandemi COVID-19 penting menjadi refleksi bersama dalam mengelola ekonomi nasional ke depan. Belajar dari situasi pendemi COVID-19 bahwa realitas ekonomi nasional masih ditopang oleh kekuatan hutang dan produk-produk berbasis impor. Saat semua negara mengamankan produksi nasional, tentu akan menjadi ancaman bila supply atas kebutuhan nasional tidak lancar akibat semua negara mengamankan produksi nasionalnya. Oleh karena itu, perlu adanya perubahaan strategi ekonomi dan melakukan upaya pemulihan yang berkelanjutan. Pandemi COVID-19 harus menjadi momentum menuju kemandirian ekonomi dengan menyusun stratetgi pemulihan untuk memenangkan pertarungan ekonomi pasca terjadinya pandemi Covid-19.
Mensikapi hal itu, Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesi (KB PII) sebagai dinamisator ummat penting ikut menjaga ekonomi nasional berkembang progresif yang berpihak pada umat dan mendorong pemulihan ekonomi yang tangguh ke jalur yang berkelanjutan. Yakni melalui Webinar Ekonomi dengan topik “Momentum Menuju Kemandiriaan Ekonomi, sebagai Tinjauan atas Dampak Ekonomi dari Pandemi Covid-19 dan Strategi Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan”.
“Webinar ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) Menganalisis dampak ekonomi dan menggagas strategi pemulihan berkelanjutan; (2) Menemukan langkah-langkah strategis dan rekomendatif untuk kemandirian ekonomi. Webinar Nasional diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2020 pada Jam 10.00–12.00 WIb dengan menggunakan Platform Zoom Meeting yang disiarkan langsung melalui Facebook dan Youtube,” ujar Ketua Panitia, Panitia yang sekaligus Media Komunikator, Akhmad Thoha, Sabtu (8/5/2020).
Webinar Ekonomi ini menghadirkan Bapak Dahlan Iskan (Menteri BUMN Periode 2011 - 2014) sebagai Keynote Speech yang menyampaikan bagaimana situasi pandami Covid-19 sebagai Momentum Menuju Kemandiriaan Ekonomi. Webinar Ekonomi ini menghadirkan 3 narasumber utama Prof Dr Didik Rachbini (Ekonom Senior), membahas trend perubahan ekonomi dampak pandemi Covid-19 dan Strategi Pemulihan Berkelanjutan, M Najib Azca PhD (Sosiolog UGM), membahas Sosial Kapital Ekonomi dalam humanisasi dan harmonisasi sosial, serta Mukhamad Misbakhun SE MH, membahas Kebijakan Pemulihan Ekonomi dan Gap Menuju Arah Kemandirian.
Dalam Webinar Ekonomi ini, Bapak Nasrullah Larada, selaku Ketua Umum KB PII mendorong jejaring KB PII di seluruh Indonesia untuk dapat menggerakan ekonomi nasional agar ummat tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya meskipun sedang dalam situasi pandemi Covid-19. Selain itu juga mengusulkan kepada pemeintah agar menyusun blueprint (Cetak Biru) pemulihan Ekonomi berkelanjutan agar respon atas krisis ekonomi dampak Covid-19 ini tersetruktur, holistik dan berkesinambungan. (*/Met)
