Kembul Bujana Tandai Merti Kampung Klayar Sendangtirto

share on:
Suasana kembul bujana Merti Kampung Klayar Padukuhan Munggon Sendangtirto Berbah Sleman, Sabtu (17/8/2025) sore || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Merti Kampung Klayar Padukuhan Munggon Sendangtirto Berbah Sleman berlangsung hikmat. Tradisi rutin yang sudah digelar sejak lama itu menjadi ajang guyup rukun warga di tepian Kali Kuning, pada Sabtu (17/8/2025) sore.

Dalam sambutannya HR Suyanto Ketua RW 21 menjelaskan pentingnya merawat tradisi budaya. "Nguri-uri tradisi leluhur bersih desa penting dilakukan untuk mempererat persaudaraan Kampung Klayar. Klayar artinya Kampung Lamun Aman yen Anggotane Rukun. Tidak baik jothakan. Modal pembangunan adalah rukun. Maka mari kita jaga kerukunan antar warga melalui merti kampung", tandasnya.

BACA JUGA: PN Sleman Kabulkan Praperadilan, Advokat Chrisna Harimurti Apresiasi

Sedangkan Dukuh Munggon Sumarjiana dalam sambutannya menyampaikan makna kemerdekaan. "Kemerdekaan adalah ketenteraman, kedamaian, kebahagiaan. Merti dusun ini merupakan sarana membangun padusunan. Yang nguri-uri budaya perlu dilestarikan. Budaya sopan santun yang baik, bisa mendorong kehidupan masyarakat yang baik. Mari berdoa bersama sambil meneladani pahlawan yang ikhlas berjuang demi kemerdekaan dan kesejahteraan anak cucu,” jelasnya.

Wahjudi Djaja SS MPd dari Pokja Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya Badan Kesbangpol DIY dalam orasi singkatnya menyampaikan pentingnya merawat tradisi budaya dalam konteks keistimewaan Yogyakarta. 

BACA JUGA: Polda DIY Luruskan Informasi Penangkapan 5 Pelaku Judol

"Kalurahan adalah pilar penting pembangunan dalam konteks keistimewaan Yogyakarta. Sendangtirto telah lama menjadi rintisan kalurahan budaya. Mari kembangkan dan kelola potensi Munggon, agar ke depan bisa lebih maju dan mandiri. Selama ada niatn dan kemauan, pasti ada jalan. Banyak fasilitasi pemerintah yang bisa diakses", tandas dosen STIEPAR API Yogyakarta ini.

Acara Merti Kampung Klayar ditandai kenduri bersama dipimpin oleh Tri Widiyatno dilanjutkan kembul bujana (makan bersama). Hadir dalam merti kampung para sesepuh dan tokoh masyarakat Klayar Munggon. Malam ini digelar pentas seni memperingati 80 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia. (Iud)

 


share on: