Kemenag DY: Hari Ini Hilal Belum Masuk 'Imkanurrukyat'

share on:
Pemaparan hasil rukyatul hilal Kemenag DIY, Minggu (10/3/2024) petang || Yp-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Hasil ru'yatul hilal (milahat ufu' bulan) yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIY, menyimpulkan derajat hilal belum masuk pada imkanurrukyat (standar memenuhi persyaratan).

“Hilal belum dapat dilihat meski dengan mempergunakan alat standar dan modern, sehingga dapat  disimpulkan hilal belum memenuhi derajat yaitu 3 derajat masuk Bulan Ramadan,” ungkap Kabid Kurais Kanwil Kementrian Agama DIY, di sela memimpin jalannya rukyatul hilal, di POB ini, Minggu (10/3/2024) petang.

BACA JUGA: Tujuh Remaja Diamankan dan Dua Botol Miras Disita untuk Dimusnahkan

Rukyatul hilal dilakukan di Pusat Observasi Bulan (POB) Bukit Makam Syeh Belabelu Parangtritis Kretek Bantul, Minggu (10/3/2024). Diikuti belasan personel Kemenag. Sedangkan yang berasal dari unsur akademi, ormas dan yang lainnya berjumlah belasan orang pula.

Diungkapkan, meskipun cuaca cukup cerah dan memungkinkan serta mendukung untuk ru'yatul hilal, kini tidak seorangpun yang berhasil melihat hilal. Kesemua yang melakukan ru'yah disumpah.

Ketua Badan Hisab Rukyat Yogyakarta Jauhari Mutoha di sela rukyatul hilal || YP-Supardi

Maka mereka harus memberikan laporan hasil apa yang dilihatnya secara jujur dan apa adanya. Selain itu dalam kesempatan juga mengundang Pengadilan Tinggi Agama DIY dengan maksud jika ada permasalahan dapat secara cepat teratasi.

BACA JUGA: Mario Dandy Segera Dieksekusi

“Ru'yah di POB ini salah satu titik dari sekitar 30 titik kegiatan sama secara nasional. Hasilnya kesemuanya akan dikirim umtuk dibahas di sidang isbat di Kementrian Agama RI,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul, Ahmad Shidqi, mengatakan, kemungkinan adanya perbedaan dalam menentukan awal Ramadan janganlah dijadikan pertentangan oleh siapapun. 

“Ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mentria Agama RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang penentuan awal Ramadan 1445 H. Perbedaan awal Ramadan intinya jangan sampai dijadikan pertentangan satu sama lainya,” katanya. (Spd)

 


share on: