Yogyapos.com (YOGYA) - Dalam upaya pengembangan industri kreatif, mencetak inovasi unggulan serta peningkatan daya saing masyarakat, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) RI mengadakan talkshow dan workshop yang mengangkat spirit: ‘Good Design for Sustainable Business’ yang dihelat di Pendopo Omah Dhuwur Kotagede, Sabtu (19/10).
Event ini diikuti sekitar 150 pelaku usaha kreatif. Baik pelaku usaha rintisan ataupun yang sudah running. Nampak hadir Kepala Disperindag DIY Ir Aris Riyanta Msi. Secara resmi acara dibuka oleh Gati Wibawaningsih STeks MA selaku Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin RI, dengan membuka soft launching Design Lab-Road to Jogja Design Week 2020.
Dalam sambutannya, Gati Wibawaningsih mengatakan jika desain adalah elemen penting dalam pengemasan suatu produk dan mampu menambah nilai produk tersebut. “Dengan desain yang baik (good design), suatu produk akan memiliki daya saing dan daya tarik bagi konsumen. Namun proses desain membutuhkan biaya yang tidak sedikit, oleh karena itu Kemenperin melalui IKMA menggandeng sejumlah desainer untuk memberikan pelatihan bagi para pelaku usaham,” terang wanita yang meraih gelar Master Ekonomi di Vanderbilt University Amerika ini.
Gati menilai, program Design Lab yang menyasar sektor indsutri kecil dan menengah akan multi impact positif dengan menghasilkan produk desain berkualitas dan tentunya berdaya saing. Dengan menggandeng praktisi bisnis, desainer kreatif, akademisi dan pelaku indsutri.
“Ini langkah cerdas, dan kami berharap semua pelaku usaha bisa berkembang bersama dalam menelurkan inovasi kreatif sebuah produk. Selain diberi pendampingan desain, para pelaku usaha ini juga dapat bimbingan bisnis serta penyusunan strategi pemasaran,” imbuh Dirjen IKMA di sela acara.
Sedangkan Kadisperindag Ir Aris Riyanta Msi mengaku sebuah desain sangat berpengaruh pada produk yang dibawakan. “Desain itu mencerminkan nilai si produk. Jika packagingnya oke, pasti akan dilirik oleh konsumen. Desain kemasan yang baik pun harus diimbangi dengan kualitas produk yang terjaga. Untuk wilayah Yogyakarta, sebagai pilot project adalah kerajinan batik di Lendah Kulonprogo serta kerajinan perak Kotagede. Agar program ini termonitor dengan baik, kami akan mengembangkan secara online via aplikasi smart sentra. Langkah ini sebagai cara agar pelaku usaha adaptif dengan teknologi digital menuju era Industri 4.0,” terang Aris Riyanta. (Dol)
