Keraton Yogyakarta Luncurkan Dua Buku Sejarah Berbasis Arsip

share on:
GKR Mangkubum dan para pembicara pada peluncuran buku ‘Dari Kesultanan Menjadi Daerah Istimewa: Sejarah Pemerintahan Yogyakarta dan ‘Historiografi Pertanahan DIY Bagian I: Dari Hutan Menjadi Kerajaan Yogyakarta 1755–1830’ di Ballroom Hotel Ambarrukmo, Sleman, Daerah Istinewa Yogyakarta, Sbtu

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dua buku penting berjudul masing-masing berjudul ‘Dari Kesultanan Menjadi Daerah Istimewa: Sejarah Pemerintahan Yogyakarta dan ‘Historiografi Pertanahan DIY Bagian I: Dari Hutan Menjadi Kerajaan Yogyakarta 1755–1830’ sukses diluncurkan, di Ballroom Hotel Ambarrukmo, Sleman, Daerah Istinewa Yogyakarta, Sbtu (7/2026).

BACA JUGA: Dinsos Sleman Tuntaskan Adminduk Disabilitas dan Kelompok Marjinal

Acara peluncuran dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, Putri Mahkota Keraton Yogyakarta, GKR Mangkubumi, para pimpinan instansi pemerintah, antara lain Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Bambang Sujarwo.

GKR Mangkubumi dalam sambutannya menyampaikan, penyusunan kedua buku tersebut bertujuan mengajak masyarakat memahami sejarah Yogyakarta secara lebih komprehensif dan ilmiah.

BACA JUGA: Epstein dan Dunia yang Dikuasai Kegelapan

“Buku ini berbasis arsip, bukan sekadar cerita. Ini kesempatan untuk belajar bersama tentang asal-usul Yogyakarta, dinamika swapraja, serta status pertanahan di wilayah DIY,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Panik Radiopati Panirejo DIY, Kurniawan SSos MM menjelaskan kedua buku ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemda DIY dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ia menegaskan bahwa UU Nomor 13 Tahun 2012 menjadi landasan hukum yang kuat dalam pengelolaan pertanahan istimewa di DIY.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Berikan Taklimat Peserta Rapim TNI-Polri, Tekankan Profesionalisme dan Persatuan

“Dokumentasi sejarah pertanahan masih terbatas. Buku ini memperkuat aspek historis dan yuridis untuk mendukung kebijakan pertanahan ke depan,” jelasnya.

BACA JUGA: Jossie Rilis Album 'We Don't Like A Refferee' Berisi 8 Lagu dengan Warna Baru

Peluncuran dua buku ini menjadi momentum penting dalam menghadirkan literatur sejarah lokal yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, acara ini turut memperkuat pemahaman publik mengenai sejarah, budaya, serta sistem pertanahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (*/Agn)

 


share on: