Ketoprak 'Sengkuyung' Kampanyekan Penanganan Darurat Sampah

share on:
Wabup Bantul Joko Purnomo (tengah) selaku penulis lakon, sutradara sekaligus pemain pementasan ketoprak dengan lakon ‘Sengkutyung’ di Pendapa Kalurahan Bangunharjo Sewon Bantul, Jumat (25/8/2023) malam || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Seni dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Hal ini seperti dalam pementasan ketoprak dengan lakon ‘Sengkutyung’ di Pendapa Kalurahan Bangunharjo Sewon Bantul, Jumat (25/8/2023) malam.

Lakon ketoprak kali ini ‘Sengkuyung’ karya Wabup Bantul Joko Purnomo, mengusung persoalan sampah. Berisi tentang pesan moral dan eduksi bagaimana seharusnya masyarakat memberlakukan sampah agar tidak menimbulkan bahaya, tetapi sebaliknya bermanfaat.

“Saya selaku penulis naskah sekaligus sutradara pementasan memang punya maksud menyuguhkan persoalan sampah berikut untuk mengatasinya,” kata Joko Purnomo, usai pementasan yang ditonton 500-an orang.

Joko lebih spesifik menyatakan, ceritera ini untuk mensosialisasikan, mengimplementasikan dan mensukseskan Surat Keputusan Bupati Bantul Nomor 333 Tahun 2023 tentang Darurat Pengelolaan Sampah. “Sampah harus diatasi secara bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk mengajak itu yang cukup etektif melalui pentas ketoprak,” tandasnya.

Salah satu adegan musyawarah penanganan sampah || YP-Supardi

Dijelaskan, ketoprak Mataraman salah satu seni budaya yang cukup banyak penontonya. Ceriteranya mudah dipahami sehingga efektif untuk media penerangan.

“Saya yang juga ikut main tadi merasakan ada respon positif dari penon. Ini artinya pesan pementasan sampai ke mereka. Semoga pementasan ini bisa ikut menyumbangkan menggugah kesadaran masyarakat dalam menghadapi persoalan sampah,” pungkasnya.

Sementara itu, Panewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa, mengungkapkan hal senada bahwa ketoprak efektif untuk penerangan agar masyarakat sadar akan pentingnya mengatasi sampah. “Selain itu juga efektif guna menyampaikan pesan moral ke publik,” kata I Nyoman.

Pentas malam tadi merupakan yang terakhir. Selain para panewu, turut bermain Ketua 1 Forum Kesenian Ketoprak Bantul (FKKB) Beja WTP dan Asek Didik Warsito serta sejumlah pemain senior di Bantul. Meski pemainnya para birokrat, tapi tontonan ini lumayan hidup. Akting maupun dialog mereka tidak mengecewakan. Bahkan bumbu-bumbu guyon pun mendapat sambutan gerr penonton. (Spd/Met)

 


share on: