KH Yasin Nawawi: Dukung LSN Munculkan Bibit Baru Pesepak Bola Santri

share on:
KH Yasin Nawawi (tengah) memimpin doa usai memberikan pengarahan di Ponpes An-Nur, Ngrukem, Bantul, Senin (16/9/2019) || YP/Ismet

Yogyapos.com (BANTUL) – Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Bantul, KH Yasin Nawawi sangat mendukung Liga Santri Nasional (LSN) yang akan dihelat di Bogor pada 28 Oktober-2 November 2019. Dari event tersebut diharapkan melahirkan bibit-bibit baru peman sepak di kalangan santri.

“Semoga lancar, dari dari wilayah DIY bisa melahirkan bibit-bibit baru santri pemain sepak bola untuk memperkuat tim nasional,” ujar KH Yasin dalam sambutan Rapat Konsolidasi LSN 2019, di Ponpes An-Nur, Ngrukem, Bantul, Senin (16/9/2019).

Rapat konsolidasi dipimpin Ketua Panitia Abdul Muiz SS, ini disaksikan langsung Koordinator  Regional DIY Eko Djoko Widiyatno SH dan dihadiri semua perwakilan klub sepak bola dari ponpes-ponpes yang akan ikut berlaga.

KH Yasin menyatakan, LSN yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu itu benar-benar menggugah semangat para santri dalam menyalurkan bakatnya di bidang sepak bola. Sangat dimungkinkan nantinya akan muncul bibit-bibit baru pemain sepak bola di kalangan santri dan dapat menyumbangkan ketrampilannya memajukan dunia sepak bola nasional.

“Karena itu ikuti ajang ini dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Ketua Panitia Abdul Muiz menyatakan, kick off laga LSN DIY akan dilangsungkan pada 5 Oktober 2019. Semula direncanakan di Stadion Tridadi. Tapi batalkan, karena berbarengan tempat tersebut terlanjur digunakan untuk kegiatan lain. “Jadi kick offnya bukan tanggal 1, tapi tanggal Oktober. Diselenggarakan di Stadion Sultan Agung,” tegasnya.

Pemunduran jadwal kick off ini juga mengubah batas akhir pendaftaran, yakni akan ditutup pada 24 September 2019. Sehari kemudiann dilakukan pengesahan oleh Koordinator Regional, setelah dilakukan verifikasi administratif. “Sistem verifikasi diperkatat. Diantaranya para peserta wajib membuktikan dirinya sebagai santri ponpes, minimal 2 bulan, menunjukan Kartu Keluarga, dan lainnya,” jelas Abdul Aziz.

Hal senada disampaikan Koordinator Regional DIY Eko Djoko Widiyatno, proses verifikasi diperketat karena LSN benar-benar konsen pada pemasyarakatan dan pemunculan bibit-bibit baru pesepak bola di kalangan santri. Sehingga sangat dibutuhkan kejujuran dan sportivitas sejak awal, agar ke depan proses demikian bisa dijadikan panduan baku.

“Tak model bon-bonan, tak model naturalisasi. Terpenting muncul gairah bersepak bola dan raih prestasi di kalangan santri,” harap Djoko seraya menginformasikan sampai kemarin sudah tercatat 11 klub yang mendaftar dari 16 klub yang ditargetkan. (Met)

 


share on: