Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kalurahan Banyurejo menggelar Kirab Budaya dan Pentas Budaya "Hadeging Kalurahan Banyurejo", Jumat (5/5/2023).
Event budaya ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Jadi yang ke -75 yang dipusatkan di komplek kantor setempat di Jalan Klangon-Tempel dihadiri Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, HY Aji Wulantara.
Bupati mengatakan melalui Kirab Budaya dan Pentas Budaya dalam rangka HUT ke-75 Kalurahan Banyurejo diharapkan menjadi media dalam upaya melestarikan seni dan budaya sekaligus menggelorakan semangat persatuan dan kerukunan antar warga.

“Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan di Kalurahan Banyurejo, terjalin rasa persatuan warga serta mendorong peningkatan perekonomian warga,” kata Kustini.
Lurah Banyurejo, Saparjo Lurah Banyurejo menuturkan melalui acara yang digagas ini dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kalurahan Banyurejo sehingga muncul kebersamaan untuk membangun wilayah Banyurejo agar lebih maju, genius, religius dan berbudaya.
“Dalam kegiatan ini kita melibatkan seluruh komponen masyarakat Kalurahan Banyurejo, pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada semua lapisan masyarakat, kepada panitia, yang telah menyukseskan acara kirab budaya hari ini,” tuturnya.
Ketua Panitia HUT ke-75, Kalurahan Banyurejo, Irwan Darmanta mengatakan kirab budaya dilaksanakan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Banyurejo, dengan menampilkan potensi seni dan budaya yang ada.
“Untuk pelaksanaan kegiatan kirab budaya dan pentas budaya akan dilakukan pada tanggal 5 hingga 7 Mei, kirab budaya dilaksanakan dengan perkiraan peserta sebanyak 1.240 orang warga Banyurejo,” jelas Irwan disela kegiatan.
Kalurahan Banyurejo berdiri pada 19 April 1948, menurutnya sejauh ini banyak potensi seni dan kebudayaan dan sumber daya alam yang dimiliki kalurahan, salah satunya saluran selokan Mataram atau Selokan Van Der Wijck yang memiliki nilai historis sangat tinggi.
“Selain itu kita juga memiliki sejumlah kelompok kesenian yang sangat layak ditampilkan, diantaranya tarian, jatilan Putra Barong, angklung, geguritan, seni kubro, Sholawat Tangisan dan masih banyak lagi,” bebernya. (Opo).
