Yogyapos.com (BANTUL) - Hobi memelihara ikan koi di tengah masyarakat kita tak pernah pudar. Berbeda dengan Louhan yang sempat booming, tapi lantas cepat sirna. Ikan koi terbilang stabil pandemennya. Bahkan kontesnya pun tetap diselenggarakan oleh sejumlah event organizer di berbagai kota.
Event bergengsi baru-baru ini adalah ‘Koishow Piala Presiden 2021’ yang digelar di Blitar Jawa Timur, Sabtu (20/11). Diikuti oleh ‘penggila’ koi tanah air, melejitkan sosok Amin (38) dan Aji (34) sebagai Jaura 1.
Pasca meraih juara, kakak beradik warga Singosaren Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul ini pun menjadi jujukan. Kolam budidaya ‘SAKA KOI’ miliknya hampir setiap hari didatangi para hobiis koi.
“Benar Pak, memang ikan saya dinyatakan sebagai juara pertama dalam Koishow Piala Presiden di Blitar beberapa hari lalu. Bahkan juga sudah beberapa kali menjuarai dalam kontes di sejumlah tempat,” ungkap Amin didampingi Aji, kepada Yogyapos.com, di kolam budidaya ikan di rumahnya, Singosaren Banguntapan Bantul, Senin (22/11) .
Amin menuturkan, dalam kontes ikan koi kateria penilaianya bukanlah terletak pada berat dan besar kecilnya ikan. Melainkan menekankan kriteria warna, bentuk atau postur tubuhnya.
“Intinya penilaian lebih kepada estetika,” tukasnya.
Sementara itu, tentang budidaya ikan koi di Saka Koi selama ini cukup menguntungkan secara ekonomi. Semua ikan di kolam tersebut memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Selain bisa sebagai sarana hiburan juga faktanya mendatangkan keuntungan tersendiri dengan jumlah lumayan besar.
“Di rumah tempat tinggal kami ini lahan yang dimanfaatkan untuk kolam budidaya dan pemiliharaan ikan koi ada ratusan meter persegi. Lahan kami buat kolam-kolam dengan berbagai ukuran. Antara lain berukuran satu kali 2 meter dengan kedalaman airnya sekitar 80 centi meter,” jelas Aji.
Tentang ukuran dan besarnya kolam tergantung dengan keperluan, kebutuhan atau peruntukannya masing-masing agar ikannya bekualitas.
Rahasia sukses budiaya ikan koi adalah ketelatenan, kecermatan dan ketelitian yang dilandasi dengan skill. Semakin telaten dan cermat ternyata semakin membuahkan hasil. Sebab pangsa pasarnya sampai ke manca negara.
“Harga ikan koi relatif mahal tergantung dengan jenis dan kualitanya. Contohnya ikan yang bobotnya 3 hingga 4 kg harganya setidaknya serkitar Rp 15 juta. Sedangkan yang juara dalam Koi Show Piala Presiden banyak yang menawarnya dengan harga berkisar Rp 50 juta,” sambung Aji.
Amin dan Aji kini sedang merancang melengkapi kedai kopi di area budidayan koi agar rumah dan kolam budidaya koi ini bisa semakin representatif untuk bersantai menikmati keindahan.
Diakui Aji dan Amin, mereka bisa sebagai pembudidaya koi karena belajar dari ayah kandungnya yaitu Wahyudi. “Terus terang awalnya belajar dari ayah. Tapi sekarang jalan sendiri,” ujar Aji yang mengaku sangat tertolong secara ekonomi selama pandemi Covid-19. (Spd)
