Yogyapos.com (BANTUL) - Komisi A DPRD Kabupaten Bantul berharap persetruan antara pihak Pemerintah Desa Srimulyo Piyungan dengan manajemen pabrik di kawawan industri, yang berujung dengan penutupan akses jalan menuju kawasan industri segera bisa ditangani oleh pihak yang berkompten.
Penutupan jalan ini terjadi beberapa hari lalu terhadap, sehingga truk yang akan masuk ke kawasan industri itu terpaksa harus parkir dan memadati Jalan Yogya-Wonosari km 11. Persetruan ini diduga akibat adanya ketidaksamaan persepsi tentang sewa lahan kawasan industri antara Pemerintah Desa Serimulyo dengan manajemen pabrik.
"Kami selaku komisi A DPRD Bantul mengharapkan agar masalah itu nantinya bisa terlesaikan dengan tuntas oleh pihak yang berkopenten,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Alim, di ruang kerjanya, Jumat (5/6/2020).
Terkait dengan kejadian itu, Komisi A DPRD Bantul, ketika itu langsung melakukan sidak di lokasi kejadian. Di tempat itu mendapati bahwa sejumlah truk tidak bisa masuk ke kawasan industri akibat adanya penutupan akses jalan. Truk terpaksa parkir dan mengganggu kelancaran arus lalin di jalan Yogya -Wonosari.
"Setelah dilakukan koordinasi antara pihak Pemerintah Kecamatan Piyungan, Polsek dan sejumlah pihak, maka akhirnya bisa diantisipasi. Akses jalan berhasil dibuka kembali dan truk-truk itu bisa masuk ke kawasan industri,” tambah Agus.
Sementars itu, Anggota Momisi A DPRD Bantul yang juga warga Srimulyo, Teguh Santoso SE, ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. "Saya sebagai anggota DPRD Bantul yang juga warga Srimulyo, juga mengharapkan agar berbagai persoalan internal antara Menajemen pabrik dengan Pemerintah Desa itu segera bisa diterselesaikan oleh pihak yang berkopenten,” demikian Teguh.
Menurutnya, berdasarkan data dari hasil sidak yang dilakukan oleh Komisi A DPRD Bantul, dapat disimpulkan hal itu tidak terkait dengan Pemkab Bantul, maka dewan hanya sebatas mengetahui dan punya data terkait dengan perseteruan itu. (Supardi)
